Jumat, 19 Jun 2026 05:38 WIB

Bendera One Piece Trending, Politisi PDIP Jember: Kita Lihat Sisi Positifnya

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 13 Agu 2025 07:31 WIB
Foto: Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pengibaran bendera Jolly Roger One Piece di wilayah Jember tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Politisi PDI Perjuangan Jember, Tabroni mengajak semua pihak tidak perlu risau dan mengambil dari sisi positifnya saja.

Ditemui diruangan Komisi A DPRD Jember, Tabroni mengatakan, memang saat ini bendera One Piece sedang trending dimana-mana, termasuk media sosial. Bendera tersebut bermula dari film anime yang kalau ditarik menjadi bagian cara mempresentasikan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

"Jadi tarikannya begitu. Kita warga masyarakat mencoba memaknainya begitu. Sebagai bagian dari film ditarik ke konteks ini. Kita melihat dari sisi positifnya saja, bukan arti ketidakadilan melawan pemerintah. Maksudnya ketidakadilan itu siapa saja," ungkapnya, Selasa (12/8/2025).

Tabroni merasa berkibarnya bendera One Piece di beberapa tempat menunjukkan suatu presentasi, bahwa kritik konstruksi terhadap upaya membangun republik ini. Pengibaran bendera One Piece atau bendera lainnya tidak ada yang mengatur dalam Undang - Undang Dasar (UUD). Apakah pengibaran bendera One Piece ini sebuah tindak pidana, dalam artian harus tahu batasan-batasan.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

"Kalau ada bendera merah putih, ada bendera One Piece harus tahu. Tidak boleh merah putih dibawah one piece (diatas) dan itu harus dipahami. Tidak boleh, merah putih dibawah bendera lain. Bukan soal One Piece, tapi lainnya tidak boleh," tegasnya.

Meskipun pemasangan bendera itu ada di Jember, Namun Tabroni mengaku masih belum melihat langsung. Tabroni mengajak semua pihak untuk tidak terlalu merisaukan pemasangan bendera ini.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Kadang-kadang ada di mobil, saya rasa itu masih wajar dan sah-sah saja. Tidak perlu dilakukan dilakukan tindakan-tindakan oleh aparat, tidak perlu saya rasa, kecuali mendatangkan sesuatu yang sifatnya mengganggu ketentraman, ketertiban, karena bersifat provokatif, itu boleh (ditindak). Kalau sekedar memaknai, menyimbolkan saya rasa boleh-boleh saja saya rasa," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.