Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember
- Penulis : Yanuar D
- | Minggu, 14 Jun 2026 09:00 WIB
jatimnow.com - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember yang mencapai 6,35 persen pada Kuartal I (Q1) 2025 tidak hanya menjadi capaian statistik semata. Angka tersebut juga mencerminkan implementasi gagasan yang selama ini dikaji secara akademis oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang). Capaian itu juga melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,96 persen dan nasional sebesar 5,61 persen.
Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital
Landasan akademis dari capaian tersebut tertuang dalam disertasi doktoral Gus Muhammad Fawait yang baru saja menyelesaikan ujian Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.
Dalam disertasinya yang berjudul “Analisis Peran Belanja Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur”, Gus Fawait mengkaji bagaimana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat menjadi instrumen strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.
Menurut hasil penelitiannya, belanja pemerintah tidak seharusnya hanya terserap untuk kebutuhan rutin yang bersifat konsumtif. Sebaliknya, anggaran perlu diarahkan secara tepat ke sektor-sektor yang memiliki multiplier effect tinggi sehingga mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Implementasi gagasan tersebut terlihat dalam berbagai kebijakan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember.
Percepatan dan ketepatan penyaluran anggaran untuk program stimulus UMKM, sektor pertanian dan ketahanan pangan, serta pembangunan infrastruktur wilayah pinggiran dinilai turut mendorong peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jember hingga mencapai pertumbuhan 6,35 persen.
Melalui risetnya, Gus Fawait juga menekankan pentingnya eksekusi program yang bebas dari hambatan birokrasi. Kondisi tersebut diyakini mampu mempercepat perputaran uang di masyarakat, meningkatkan pendapatan riil warga, serta memperkuat daya beli masyarakat.
Temuan dalam riset doktoralnya yang mengambil lokus Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa daerah yang mampu memaksimalkan efektivitas belanja pemerintah sejak awal kuartal berpotensi menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi bagi wilayah sekitarnya.
Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang
Dengan pertumbuhan ekonomi 6,35 persen, Jember kini berada di atas rata-rata Jawa Timur dengan selisih 0,39 poin dan melampaui rata-rata nasional sebesar 0,74 poin.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang
Berikut capaian pertumbuhan ekonomi wilayah Sekar Kijang:
• Jember: 6,35% (tertinggi)
• Banyuwangi: 6,14%
• Lumajang: 5,89%
• Situbondo: 5,50%
Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis
• Bondowoso: 5,42%
Capaian tersebut menempatkan Jember sebagai daerah dengan iklim ekonomi yang dinilai paling bergairah dan kompetitif di kawasan tersebut.
Bagi Gus Muhammad Fawait, gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Airlangga bukan sekadar pencapaian akademik. Disertasi yang telah disusunnya diharapkan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Disertasi berjudul “Analisis Peran Belanja Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur” itu menjadi bukti bagaimana kajian ilmiah dapat berjalan beriringan dengan implementasi kebijakan di lapangan, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan peningkatan kesejahteraan, penurunan kemiskinan, dan perluasan lapangan kerja di Kabupaten Jember.
Editor : Yanuar D