Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang
- Penulis : Avirista Midaada
- | Minggu, 14 Jun 2026 07:45 WIB
jatimnow.com - Yakuza Manages kembali membongkar dugaan pelecehan seksual terhadap santri oleh kiai di wilayah Bululawang, Kabupaten Malang. Pelaku kemudian diamankan bersama tim dari Satuan Reserse Perlindungan Perempuan Anak dan Tindak/Pidana Perdagangan Orang Polres Malang.
Sebelumnya, anggota Yakuza Manages yang dipimpin Den Gus Thuba Topo Broto, sempat mendatangi ponpes di kawasan Bululawang, Kabupaten Malang itu untuk mencari keberadaan terduga pelaku dan meminta klarifikasi. Kemudian, Sabtu (13/6/2026) sore mereka mendatangi Polres Malang untuk melaporkan aksi bejat pelaku.
Baca Juga: Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya
Mereka tiba sekitar pukul 15.35 WIB, dengan 10 kendaraan roda empat. Tampak di antara rombongan terdapat terduga korban santri. Ia mengenakan masker, jilbab, dan jaket hitam, sambil dikawal oleh puluhan anggota organisasi.
Berselang 30 menit kemudian, seorang kiai terduga pelaku pencabulan diamankan oleh polisi. Ia digelandang oleh polisi dengan mengenakan pakaian baju muslim berwarna putih, sarung, dan peci warna hitam.
Terduga pelaku menutupi kepalanya dengan rompi milik polisi. Ia menutupi wajahnya sambil dikawal ketat empat orang polisi di sekelilingnya, dan berjalan cepat masuk ke ruangan Satres PPA dan TPPO Polres Malang.
Tim hukum Yakuza Manages Mochammad Zakki mengungkapkan, dugaan pelecehan seksual itu berhasil diungkap Yakuza Manages, usai mendapat aduan dari salah satu keluarga korban l. Total korban yang sudah ada terdata lebih dari satu korban, dimana mayoritas korban saat mengalami kejadian itu masih anak di bawah umur atau berstatuskan anak-anak.
Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual
"Dari data kita itu 3 atau 4 orang korbannya. Korban ini santri, ini rata-rata di bawah umur. Kebetulan korban ini sudah yang keluar, tidak lagi menjadi santrinya," ungkap Mochammad Zakki, Sabtu (13/6/2026) malam.
Menurutnya, pihaknya sempat mendatangi ponpes tersebut dan melakukan penyelidikan, termasuk menemui keluarga terduga pelaku dan beberapa orang yang mengetahui dugaan kasus tersebut. Oknum pengasuh pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, berinisial T, itu diduga melakukan pelecehan seksual secara fisik. Beberapa di antaranya bahkan mengalami peristiwa ini sudah lama, tapi baru berani buka suara ketika sudah keluar dari ponpes.
"Ada perbuatan yang bahasanya itu diistubuhi tapi 20 tahun yang lalu. Jadi perkara ini di lembaga ini dari pengasuh ini sudah melakukan ini dari 25 tahun yang lalu. Cuma baru terangkat sekarang, karena selama ini tidak ada yang berani speak up," jelasnya.
Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya
Sementara para korban yang terdata dan diungkap oleh Yakuza Manages, disebut mengalami pelecehan dengan diraba organ vitalnya, hingga diminta memegang kemaluan terduga pelaku.
"Kalau peristiwa yang lampau itu sampai fisik (persetubuhan). Kalau yang ini fisik cuma tidak sampai persetubuhan, ya meraba-raba, ada yang dicium, ada yang diremas," tandasnya.
Ini bukan pertama Yakuza Maneges membongkar kasus pelecehan di lingkungan pondok pesantren. Sebelumnya, mereka juga beraksi di Ngawi dan sejumlah daerah lainnya.
Editor : Yanuar D