Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan
- Penulis : Yanuar D
- | Kamis, 11 Jun 2026 21:30 WIB
jatimnow.com - Puluhan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Independen (Sekti) Jember, mengadu ke Komisi A DPRD. Mereka mendesak Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) segera menyelesaikan permasalahan yang menumpuk.
"Kami atas nama Serikat Tani Independen Jember untuk mendesak dilaksanakannya reforma agraria sejati oleh Tim GTRA Kabupaten," kata Ketua Sekti Jember, Asirudin kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis
"Kami minta komisi A untuk mendesak eksekutif, terutama bupati segera merombak Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA). Paling tidak ada perwakilan petani yang masuk di GTRA, paling tidak sekretaris atau wakil ketua. Sehingga GTRA kabupaten bisa berjalan," tambah Pria yang akrab disapa Pak Linggar.
Petani merasa kuatir, persoalan reforma agraria selalu mengancam para petani yang tergabung dalam Sekti.
"Rata-rata banyak anggota Sekti menanam, setelah panen ditangkap. Contoh tempat saya menanam pohon, setelah mau ditebang ditangkap. Banyak, setiap OTL dikriminalisasi oleh oknum perkebunan," kesalnya.
Dengan begini, para petani berharap ada kekuatan hukum dan pelaksanaan reforma agraria aman tanpa masalah. Sekti juga meminta persoalan batas lahan antara Banyuwangi dengan Jember, di wilayah Desa Mulyorejo Kecamatan Silo segera diselesaikan.
Sedangkan, Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni menyampaikan, ada dua persoalan penting yang disampaikan, tentang reforma agraria dan persoalan konflik sengketa tanah di wilayah mereka masing-masing OTL dan persoalan konflik perbatasan.
"Lahan yang menjadi sengketa sekarang tidak ditanami, baik kedua belah pihak. Perbatasan tidak jelas, karena lahan menjadi bagian Desa Mulyorejo Jember diklaim sebagai wilayah hutan Malangsari Banyuwangi," jelasnya.
Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir
Warga Jember sempat menggarap lahan disana, namun diusir. Dari itu, para petani meminta DPRD dan pihak terkait untuk memperjelas batas lahan tersebut.
"Letaknya di Desa Mulyorejo yang merupakan bagian Kabupaten Jember. Ada sekitar 150 hektar yang tidak dimanfaatkan, PTPN, Perhutani dan warga tidak melakukan. Sampai zekarang tdiak ada kejelasannya," urainya.
Terkait reforma agraria, politisi PDI Perjuangan menuturkan, para petani ini sudah lama menguasai lahan, bahkan sudah banyak yang bermukim atau tempat tinggal disana. Mereka berdiri sepetak hingga dua petak di lahan yang sangat luas
"Tapi mereka tidak berani, karena merasa tidak punya legalitas di lahan tersebut. Tentu kami tidak bisa sendirian, pemerintah pusat dalam undang-undang maupun perpres menyebutkan GTRA bekerja dalam menuntaskan reforma agraria ini," tuturnya.
Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas
Bahkan menurut Tabroni, GTRA Jember tidak serius dan tidak ada langkah dalam menyelesaikan permasalahan ini. Bahkan, dari pemerintahan sebelumnya juga tidak pernah terlihat.
"Jadi pemerintah sekarang Gus Fawait baru ini menjadi motor penggerak untuk serius melakukan upaya GTRA agar berjalan. Harapan kita bisa bergerak lebih serius," harapnya.
Jadi mudah-mudahan ada keseriusan, dan ada langkah kedepan. Tabroni menyampaikan, pengurus GTRA terkadang hanya fokus pada pekerjaan utama, semisal sebagai kepala dinas atau lainnya. "Kita belum melihat apa yang dilakukan GTRA," pungkasnya.
Editor : Yanuar DURL : https://jatimnow.id/baca-85200-petani-sekti-ngadu-ke-dprd-jember-desak-gtra-selesaikan-persoalan