Sabtu, 06 Jun 2026 05:09 WIB

Kisah Inspiratif Christopher, Dalang Tionghoa ITS yang Dobrak Sekat Inklusi

Penampilan Christopher Jason Santoso saat menjadi dalang pada pagelaran See You Soon 2023 di Tower 2 ITS. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)
Penampilan Christopher Jason Santoso saat menjadi dalang pada pagelaran See You Soon 2023 di Tower 2 ITS. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)

jatimnow.com - Identitas etnis dan keterbatasan fisik seringkali menjadi tembok tebal dalam pelestarian budaya. Namun, bagi Christopher Jason Santoso, hambatan tersebut justru menjadi bahan bakar untuk membuktikan bahwa seni tradisi tidak mengenal sekat eksklusif.

Mahasiswa S1 Studi Pembangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini sukses mengukir prestasi sebagai dalang Tionghoa sekaligus peneliti muda yang vokal menyuarakan isu inklusi.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

Langkah Christopher di dunia pewayangan dimulai dari tugas sekolah dasar yang sederhana. Ketertarikan itu membawanya ke sebuah sanggar di Surabaya untuk belajar lebih dalam.

Bukannya sambutan hangat, pemuda kelahiran 2004 ini justru kenyang dengan perundungan. Ia sempat diremehkan karena kondisi rhotasisme atau sulit melafalkan huruf "R" (cadel), ditambah lagi sentimen negatif terkait latar belakang etnisnya.

"Saya sempat berhenti karena tekanan itu. Tapi akhirnya kembali lagi karena yakin warisan budaya ini milik siapa saja tanpa memandang perbedaan," ujar Christopher.

Enggan menyerah pada penolakan, ia memilih jalur otodidak. Lewat buku dan media sosial, ia mengasah teknik mendalang hingga mampu tampil memukau di ajang See You Soon 2023 ITS.

Tak tanggung-tanggung, ia membawakan lakon wayang dalam tiga bahasa sekaligus, yakni Inggris, Jawa, dan Mandarin.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

Kecintaan pada budaya Jawa ini tidak berhenti di atas panggung kayu. Sebagai akademisi, ia mengonversi kegelisahannya terhadap diskriminasi menjadi riset ilmiah.

Tugas akhir miliknya membedah fenomena diskriminasi terhadap penutur rhotasisme di Surabaya. Kerja keras ini membawanya menjadi pembicara di International Symposium on Javanese Culture 2024.

Eksistensi Christopher di ITS juga mencakup ranah kewirausahaan dan diplomasi internasional. Ia membidani Herbits, startup jamu modern yang mendapat pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Di kancah global, ia tercatat sebagai Champion of ASEAN Future Innovators Challenge di Malaysia serta aktif dalam forum pemuda di China hingga forum hukum Asia-Afrika (AALCO).

Baca Juga: ITS Resmikan Wall Climbing, Dorong Jatim Jadi Lumbung Atlet Panjat Tebing

Meski jadwalnya padat sebagai calon wisudawan periode April 2026, pemuja gaya mendalang Ki Nartosabdo ini tetap konsisten naik panggung.

Penampilan terakhirnya di TEDxITS 2024 menjadi bukti bahwa suara cadel yang dulu dihina, kini justru menjadi resonansi bagi inklusi sosial di Indonesia.

Melalui perjalanannya, Christopher menunjukkan bahwa melestarikan budaya bukan soal garis keturunan, melainkan soal keberanian merawat keberagaman di tengah gempuran modernitas.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.