Rabu, 17 Jun 2026 21:54 WIB

Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

  • Penulis : Yanuar D
  • | Rabu, 10 Jun 2026 20:25 WIB
Petani mentimun di Jember bagikan hasil panen. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Petani mentimun di Jember bagikan hasil panen. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kecewa dengan harga mentimun yang terjun bebas di angka Rp500-1000 per kilogram,  seorang petani asal Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, bagikan hasil panen gratis untuk warga.

Jumantoro membagikan mentimun hasil panennya di Kantor Pemerintah Kabupaten Jember dan Kantor DPRD Jember, Rabu (10/6/2026). Dia berharap ada perhatian untuk petani agar tidak merugi,

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"Saya bersama beberapa petani mentimun bagi-bagi timun gratis, kurang lebih 2 kuintal di depan Kantor Pemkab dan dibagi ke Gedung Dewan," ungkapnya.

"Kita menyampaikan pesan, petani mentimun tidak berharap harga per kilogram satu dollar, tapi seperempat dollar petani mentimun bisa tersenyum bahagia," sambungnya.

Menurutnya, banyak petani yang beberapa hari ini yang menanam mentimun mengalami kecewa, karena harga jual panen terjun bebas.

"Karena sudah beberapa minggu ini, harga mentimun berkisar Rp500 sampai Seribu rupiah perkilogram, ditengah kondisi harga plastik, pulsa terbang tinggi," akunya.

Bahkan Jumantoro mengibaratkan, saat musim tanam mentimun para petani ikut harga dollar, sedangkan pada saat panen harga petani ikut rupiah dan itupun tidak ada yang peduli.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

"Kita berharap kepada pemerintah, agar sayur mayur pupuknya disubsidi, agar saat petani panen tidak terlalu merugi," harapnya.

Dalam hitungan luas seperempat hektar saja biaya tanam mentimun berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta. Belum lagi ditambah ongkos panen dan sebagainya.

"Harga lima ratus dan seribu rupiah, petani bukan untung tapi buntung. Ongkos panen, tidak nutut," kesalnya.

Atas harga yang turun drastis ini, ia bersama petani yang lain membiarkan mentimun di sawah atau kebunnya dipetik orang lain.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

"Paling tidak, yang tua-tua diambil, biar pohon tidak cepat mati. Kadang teman-teman menahan sampai timunnya besar-besar, tapi saat dibiarkan mati pohonnya," terangnya.

Dengan harga mentimun yang anjlok ini, Jumantoro mengakui tentu akan mengalami kerugian yang cukup besar, mengingat biaya tanam dan perawatan tidak kembali.

"Ongkos metik saja minim seribu perkilogram. Biasanya, harga mentimun Rp2 ribu hingga Rp4 ribu. Apa karena kiriman dari luar Jember, sehingga mentimun disini melimpah," sebutnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.