Sabtu, 06 Jun 2026 05:11 WIB

Cerita Mahasiswa Yaman di Surabaya yang Tak Bisa Pulang Akibat Perang

Konflik Iran vs Israel memaksa mahasiswa asal Yaman di Surabaya batal mudik. (Foto: Humas UMSURA)
Konflik Iran vs Israel memaksa mahasiswa asal Yaman di Surabaya batal mudik. (Foto: Humas UMSURA)

jatimnow.com - Eskalasi konflik bersenjata antara Iran vs Israel di Timur Tengah berimbas langsung pada nasib mahasiswa asing di Jawa Timur.

Sejumlah mahasiswa asal Yaman yang menempuh studi di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) dipastikan batal pulang kampung pada momen Idul Fitri 2026 akibat penutupan ruang udara dan lonjakan harga tiket pesawat yang tidak masuk akal.

Baca Juga: Mendiktisaintek Batasi Kuota PTN hingga Juli, Beri Ruang untuk Kampus Swasta

Ketidakpastian keamanan di kawasan Teluk membuat maskapai internasional membatalkan rute menuju Yaman. Kondisi ini diperparah dengan harga tiket yang meroket hingga empat kali lipat dari tarif normal, membuat perjalanan pulang menjadi mustahil bagi para mahasiswa.

Khusay, mahasiswa Fakultas Teknik UMSURA, menjadi salah satu yang harus menelan pil pahit. Rencana yang ia susun sejak jauh hari untuk merayakan lebaran di tanah kelahiran kandas total.

"Alasan utama saya tidak bisa pulang adalah perang. Situasi antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat pecah sekarang. Kami terjebak karena harga tiket sangat mahal dan hampir tidak ada jadwal penerbangan yang tersedia menuju Yaman," ujar Khusay seperti dilansir dari situs resmu Umsura, Minggu (15/3/2026).

Meski sebagian besar keluarga besarnya berada di Mesir, Khusay memilih menuruti saran ibunya untuk tetap tinggal di Indonesia.

Sang ibu yang saat ini sedang berada di Yaman mengkhawatirkan keselamatan anaknya jika nekat melakukan perjalanan lintas negara di tengah situasi yang karut-marut.

Nasib serupa dialami Abdurrahman Khalid. Mahasiswa asal Hadramaut ini terpaksa mengubur mimpinya berkumpul bersama keluarga.

Baca Juga: Guru Besar Umsura Dorong Pembelajaran Metakognitif, Ini Penjelasan Prof Lina

Walaupun Yaman tidak terlibat secara langsung dalam kontak senjata terbuka, stabilitas keamanan di wilayah tersebut rontok seketika.

"Harga tiket naik tiga sampai empat kali lipat. Bandara utama seperti di Dubai, Abu Dhabi, dan Qatar sempat tutup karena dampak konflik ini. Hampir semua negara Teluk terdampak," ungkap Khalid.

Selain faktor keamanan dan biaya, durasi libur kuliah yang singkat menjadi pertimbangan tambahan bagi Khalid untuk tetap bertahan di Surabaya.

Ia mengaku sebenarnya bisa saja terbang menuju Jeddah, Arab Saudi, untuk menemui kerabatnya, namun risiko perjalanan dan jadwal akademik membuatnya memilih menetap.

Baca Juga: Umsura Kukuhkan Guru Besar Keperawatan, Usung Konsep Holistik

"Ada banyak faktor; mulai dari perang, harga tiket yang gila-gilaan, sampai waktu libur yang pendek. Jadi, bertahan di sini adalah pilihan paling logis," tambahnya.

Pada Idul Fitri 2026 ini, Khusay, Khalid, dan empat rekan senegaranya akan merayakan hari kemenangan di asrama mahasiswa asing kawasan Gunung Anyar, Surabaya.

Mereka akan bergabung dengan belasan mahasiswa mancanegara lainnya yang juga tidak bisa kembali ke negara asal karena berbagai kendala global.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.