Jumat, 19 Jun 2026 12:21 WIB

Ribuan Massa dari 20 Desa di Sampang Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Pilkades Diadakan

Aksi massa mendesak pelaksanaan Pilkades Serentak di Sampang. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Aksi massa mendesak pelaksanaan Pilkades Serentak di Sampang. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ribuan massa mendatangi Kantor Kecamatan Banyuates, Sampang, pada Rabu (09/04/2025). Mereka mendesak pemilihan kepala desa serentak (Pilkades) digelar tahun ini.

Desakan digelarnya Pilkades bergejolak setelah Bupati Sampang Slamet Junaidi melakukan perubahan Pj kepala desa (kades) di semua kecamatan, terutama di Kecamatan Banyuates beberapa pekan lalu.

Baca Juga: Sidoarjo Siap Tinggalkan Coblos Paku, E-Voting Jadi Incaran di Pilkades 2026

Massa yang datang berasal dari 20 desa di Kecamatan Banyuates. Mereka tergabung dalam Aliansi Banyuates Tangguh. Dengan membawa tema Sampang Madura Gelap, massa mengepung kantor Kecamatan Banyuates sejak pagi.

Pantauan di lokasi, massa menyampaikan tiga aspirasi. Di antaranya, Pilkades serentak harus digelar tahun ini, jangan asal ganti Pj kades, dan massa meminta bupati untuk tidak mengkhianati rakyat.

Selain itu, pendemo juga menuding ada jual beli jabatan pj kades.

Ribuan massa memblokade jalan di depan kantor kecamatan setempat. Mereka meminta camat setempat, Fajar Sidik dan Plt Kepala DPMD Sampang, Sudarmanta menemui pendemo, termasuk meminta Bupati Slamet Junaidi memberikan penjelasan.

Korlap aksi, Hanafi mengatakan, jika gerakannya dilatarbelakangi kekecewaan terhadap pergantian pj kades, sehingga membuat kondisi desa tidak kondusif.

Baca Juga: Bawa 20 Tuntutan, Warga Tulungagung Gelar Aksi di Depan DPRD

"Kami meminta Pemkab jangan asal ganti penjabat (Pj) kepala desa. Pergantian Pj kades di Kecamatan Banyuates membuat tidak kondusif," katanya.

Dia menjelaskan, pergantian pj kades menabrak Perbup Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa.

“Pergantian Pj kades menimbulkan keresahan hingga desa tidak kondusif,” tambahnya.

Baca Juga: Aktivis 98: Aksi Massa Murni dari Rakyat, Jangan Ada Distorsi!

Pihaknya menuntut Pilkades 2025 harus segera digelar. Sebab, penundaan Pilkades membuat desa di kabupaten amburadul. Sejak 2021 Pilkades di Sampang ditunda selama itu juga ada 143 dipimpin Pj kades.

“Kami menuntut Pilkades 2025 segera digelar. Jangan ditunda-tunda lagi, tidak ada alasan lagi untuk ditunda karena selama dipimpin Pj program di desa menjadi amburadul," katanya.

Sayangnya, semua pihak tidak ada yang menemui para demonstran di Banyuates, mulai dari camat, kepala DPMD hingga Bupati Sampang. Namun ribuan massa tetap menunggu penjelasan dari pemerintah di lokasi demonstrasi.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.