Sidoarjo Siap Tinggalkan Coblos Paku, E-Voting Jadi Incaran di Pilkades 2026
- Penulis : Ali Masduki
- | Kamis, 02 Apr 2026 10:27 WIB
jatimnow.com - Wajah politik tingkat desa di Jawa Timur bersiap menyongsong era digital. Kabupaten Sidoarjo, yang dijadwalkan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada Mei 2026, kini didorong untuk meninggalkan metode konvensional dan beralih ke sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting.
Langkah tersebut bukan tanpa dasar. Keberhasilan Kabupaten Magetan menggelar Pilkades digital pada 2023 dan 2025 menjadi bukti nyata bahwa teknologi mampu menyederhanakan birokrasi elektoral di level akar rumput.
Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo
Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdus Salam, menilai transisi ini merupakan terobosan untuk menciptakan sistem politik lokal yang lebih modern.
Menurutnya, penggunaan teknologi bukan sekadar gaya hidup, melainkan jawaban atas kebutuhan data yang akurat dan transparan.
"Teknologi ini memberikan keunggulan pada kecepatan rekapitulasi, kemudahan akses, serta keterbukaan hasil," ujar Surokim saat dihubungi, Kamis (2/4/2026).
Meski begitu, Surokim mengingatkan bahwa kecanggihan alat harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur.
Keamanan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) menjadi harga mati agar sistem tidak mudah dimanipulasi. Belajar dari negara maju, pengawasan ketat tetap menjadi syarat mutlak.
Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter
"Wilayah urban dengan dominasi penduduk kelas menengah serta jaringan komunikasi yang stabil sangat ideal untuk menerapkan e-voting," tambahnya.
Gayung bersambut, legislatif pun memberikan lampu hijau. Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, menyatakan dukungan penuh terhadap wacana ini.
Politikus PKB yang akrab disapa Gus Rizza ini memandang Sidoarjo memiliki modalitas yang lebih dari cukup dibandingkan daerah lain.
Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung
"Jika Magetan saja mampu melaksanakannya, Sidoarjo yang berstatus wilayah metropolis seharusnya jauh lebih siap. Sistem ini jauh lebih simpel dan efisien secara anggaran," tegas Gus Rizza.
Ia menyarankan, jika belum memungkinkan diterapkan secara menyeluruh di seluruh desa, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bisa memulai proyek percontohan di desa-desa yang berada di kawasan perkotaan.
"Minimal kita mulai dari desa yang secara infrastruktur internet dan SDM warganya sudah mapan. Saya pribadi mendukung penuh langkah ini demi kemajuan Sidoarjo," pungkas Kasatkorwil Banser Jawa Timur tersebut.
Editor : Ali Masduki