Minggu, 21 Jun 2026 19:17 WIB

Bawa 20 Tuntutan, Warga Tulungagung Gelar Aksi di Depan DPRD

  • Penulis :
  • | Jumat, 12 Sep 2025 07:55 WIB
Foto: Massa saat menggelar aksi di depan DPRD Tulungagung (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Massa saat menggelar aksi di depan DPRD Tulungagung (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Ratusan massa yang tergabung dalam Pejuang Gayatri Tulungagung menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Tulungagung. Aksi ini digelar sebagai bentuk respon terhadap beragam keluhan masyarakat. Mereka membawa mulai dari isu lokal hingga nasional.

Penasehat Hukum Pejuang Gayatri, Muhammad Ababil, mengatakan aksi kali ini menitikberatkan pada penegakan hukum, reformasi birokrasi, dan transparansi anggaran baik APBN maupun APBD.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Tuntutan kami dibagi menjadi tiga bagian, yaitu A, B, dan C. Kategori A berisi tuntutan instan yang harus dieksekusi dalam 2x24 jam, kategori B jangka pendek sekitar dua minggu, sedangkan kategori C berisi 17 tuntutan jangka menengah,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Pada kategori A, massa meminta pemerintah menindak tegas praktik galian C ilegal yang merusak lingkungan, serta menyelesaikan persoalan bangunan tanpa dasar perda, termasuk di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung. Sementara kategori B berisi desakan agar pelayanan publik diperbaiki, akuntabilitas pejabat ditingkatkan, serta pengawasan Inspektorat Daerah diperkuat dengan melibatkan LSM profesional.

“Masyarakat juga meminta pucuk pimpinan Tulungagung tidak terjebak politik sektarian. Kami ingin para pemimpin bersatu demi kemajuan daerah,” tuturnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Untuk kategori C, terdapat 17 tuntutan jangka menengah yang menyoroti transparansi keuangan, perbaikan birokrasi, pelayanan publik, serta dukungan nyata terhadap UMKM dan kesenian daerah. Ababil menyebut aksi ini diikuti sekitar 200 massa, meski jumlah itu lebih sedikit dari rencana awal karena adanya penyekatan di sejumlah titik.

“Kami beri waktu dua minggu. Jika tidak ada tindak lanjut, Pejuang Gayatri akan kembali turun ke jalan. Gerakan ini dipimpin delapan koordinator lapangan, tanpa struktur ketua maupun sekretaris,” tegasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara itu Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo yang keluar menemui massa meminta masyarakat bersabar karena pihaknya masih dalam tahap awal kepemimpinan.

“Saya baru tujuh bulan menjabat. Pemerintahan ini masih banyak yang perlu diperbaiki. Kami terbuka menyerap aspirasi masyarakat agar pembangunan bisa dipercepat, terutama di bidang infrastruktur,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.