Senin, 15 Jun 2026 00:50 WIB

Aktivis 98: Aksi Massa Murni dari Rakyat, Jangan Ada Distorsi!

Andreas Pardede, aktivis 98 Jawa Timur. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)
Andreas Pardede, aktivis 98 Jawa Timur. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)

jatimnow.com – Belakangan ini, banyak yang menuding aksi massa ditunggangi pihak asing atau kelompok tertentu. Menanggapi hal ini, Andreas Pardede, aktivis 98 Jawa Timur, menegaskan bahwa aksi-aksi tersebut adalah suara murni dari rakyat yang kecewa dengan kondisi sosial, ekonomi, dan politik saat ini.

Ia membantah keras jika aksi massa dianggap sebagai hasil rekayasa atau infiltrasi.

Baca Juga: Foto: Aksi Dramatis Korps Marinir Guncang Jakarta

"Aksi massa itu muncul karena ada 'prakondisi' yang kuat. Masyarakat sudah merasakan ketidakadilan dan tekanan hidup yang berat," ungkapnya dalam Focus Group Discussion "Quo Vadis Aksi Massa 2025: Demokrasi atau Anarchi", di Surabaya, Kamis (11/9/2025).

Ia mencontohkan, semakin banyaknya orang miskin, kenaikan pajak yang mencekik, dan ketidakpercayaan pada hukum menjadi pemicu utama aksi massa.

Pardede juga mencatat ada upaya pemerintah yang mencoba merendahkan aksi massa dengan menuduh adanya penyusupan teroris atau pihak asing.

"Ini cara-cara lama yang dipakai untuk melemahkan gerakan rakyat," tegasnya.

Menurutnya, tudingan tersebut justru jadi alasan untuk menangkap aktivis dan membungkam suara-suara kritis.

"Saya yakin aksi massa ini bukan settingan. Ini adalah puncak dari kekecewaan dan kemarahan rakyat yang sudah lama dipendam," kata Pardede.

Ia juga menyayangkan tindakan represif aparat terhadap peserta aksi massa.

Untuk itu Pardede menegaskan pentingnya memahami tujuan dari gerakan sosial, yaitu perubahan.

Baca Juga: Dalang Kerusuhan Jakarta Terungkap? Mantan Kepala BIN Ungkap Ini

"Kita harus bertanya, perubahan seperti apa yang sebenarnya diinginkan? Kemana arah dan tujuan gerakan sosial ini?" ujarnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah untuk mendengarkan tuntutan perubahan yang disuarakan oleh rakyat.

Sebagai seorang aktivis yang sudah lama berjuang untuk keadilan, Andreas Pardede mengajak semua pihak untuk menghormati hak rakyat dalam menyampaikan pendapat.

"Jangan kriminalisasi aksi massa. Dengarkan suara rakyat dan selesaikan masalahnya sampai ke akar-akarnya," pungkasnya.

Baca Juga: Demo Rusuh, ALMI Gugat Pejabat Tinggi Negara

Sebagaimana diketahui, kerusuhan akibat aksi unjuk rasa di Jakarta dan berbagai daerah di penghujung Agustus 2025 disebut-sebut didalangi oleh pihak asing. Namun hingga kini, penumpang gelap dalam aksi unjuk rasa itu belum diungkap.

Keluhan masyarakat yang dituangkan dalam aksi demonstrasi mendadak berubah. Teriakan soal kesulitan hidup rakyat yang mendera dalam sekejap berubah menjadi skenario besar tentang intervensi asing. 

Narasi ada dalang asing seolah selalu melekat di kala rakyat maupun mahasiswa turun ke jalan dan selalu menggema setiap kali terjadi gejolak sosial. Namun, hingga saat ini dalang asing tidak pernah terlihat bahkan tak pernah terbukti, tetapi dia selalu hadir menakut-nakuti. 

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.