Jumat, 19 Jun 2026 02:08 WIB

Komisi D DPRD Jember Soroti Ketidakjelasan Bantuan Korban Bencana

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 13 Jan 2025 20:43 WIB
Komisi D DPRD Jember gelar RDP dengan Dinsos. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Komisi D DPRD Jember gelar RDP dengan Dinsos. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi D DPRD Jember menyoroti masalah bantuan terhadap korban bencana alam. Untuk itu digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Sosial (Dinsos) Jember.

Anggota Komisi D Ahmad Birbik Munajil Hayat (Gus Birbik) mengaku sempat dipingpong saat menanyakan perihal bantuan bagi korban bencana.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

"Jadi lempar-lemparan. Saya sempat marah waktu itu, ini kok dipingpong. Ini kok lempar-lempar bola, saya tunjukkan WA (pesan) Dinsos, BPBD, Dinas PU cipta karya dan Tata Ruang," ungkapnya.

Gus Birbik meminta penjelasan langsung pada Dinsos Jember dalam pertemuan tersebut. Sebab sebelumnya, ia sempat bertanya pada pihak BPBD, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, dan Dinsos, tapi belum ada penjelasan yang pasti.

"Kita butuh penjelasan kalau di posisi Dinsos, ketika ada bencana seperti itu, bantuan apa saja sebenarnya yang bisa diberik. Sebenarnya dinas apa saja yang bisa membantu bila ada bencana. Kalau memang ada beberapa dinas yang bisa membantu bencana, masing-masing mereka bisa membantu dimana," tegasnya.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Gus Birbik juga menyampaikan, mendapat keluhan warga yang rumahnya roboh. Namun pemilik rumah hanya diberi terpal dan dijanjikan material segera menyusul.

"Rumah warga yang roboh hanya dibantu terpal dan dijanjikan materialnya, itu mau dikirim berikutnya. Tapi sampai sekarang tidak ada," Gus Birbik kesal.

Menanggapi hal ini, Kabid Kebencanaan Dinsos Jember Mohammad Rizki Maulana menyampaikan, bantuan dari pihaknya lebih condong ke kelompok rentan non-bencana.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Misal rumah tidak layak huni, lansia sebatang kara dan sebagainya. Itu porsi kami, perbaikan sederhana. Kita bantu bahan material tapi tidak full atau tidak penuh," kilah dia.

"Kami mengalokasikan, tahun kemarin semen, kalsiboard, asbes, yang bisa kami beli lewat ekatalog. Sedangkan lainnya kami pasrah ke masyarakat," imbuh Maulana.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.