Sabtu, 13 Jun 2026 06:10 WIB

Tuntut Status Pegawai, Ribuan Guru Honorer di Banyuwangi Menangis

Guru honorer yang melakukan aksi di gedung DPRD Banyuwangi
Guru honorer yang melakukan aksi di gedung DPRD Banyuwangi

jatimnow.com - Ribuan guru honorer se-Kabupaten Banyuwangi menuntut diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau kini disebut aparatur sipil negara (ASN). Para guru menangis di kantor perwakilan rakyat, karena menginginkan untuk segera diangkat menjadi pegawai.

Dalam tuntutannya, mereka juga menolak pola rekrutmen yang membatasi usia Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018, maksimal 35 tahun.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Setidaknya, terdapat 1.924 orang yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori II Indonesia (FHK2I) Banyuwangi meminta anggota legislatif memperjuangkan nasib mereka.

"Rata-rata guru honorer di Banyuwangi sudah mengabdi 20 tahun, ada yang 10 tahun, dan sekarang usianya rata-rata 40 tahunan atau di atas 35 (tahun)," teriak seorang guru honorer, Subhan saat berorasi dihadapan anggota DPRD Banyuwangi, Kamis (13/9/2018).

Subhan menjelaskan bahwa Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Permenpan) nomor 36 tahun 2018 dinilai telah mengebiri pengabdian ribuan guru honorer di Banyuwangi. Bahkan, ratusan ribu guru honorer KII di seluruh Indonesia.

Selain itu, pihaknya juga meminta untuk mempercepat revisi Undang-undang nomor 5 tentang ASN tahun 2014. "Kami ini mengabdi lama, ada yang mengabdi jadi guru 10 tahun, ada yang 5 tahun, ada lebih dari 20 tahun. Sekarang kok dibatasi umur," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banyuwangi, Teguh Soemarno mengatakan, jangankan kesempatan diangkat sebagai PNS, mengikuti rekrutmen CPNS saja pun para guru honorer KII tidak bisa.

"Kami berharap guru-guru ini ditempatkan secara normatif. Jadi kalau sudah mengabdi lebih 10 tahun kenapa tidak jadi PNS," ujar Teguh.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Disamping itu, pihaknya juga berharap Presiden, Menteri Keuangan, dan Menteri Pendidikan memperhatikan kesejahteraan tenaga honorer di daerah.

Pihaknya juga khawatir, apabila tidak diperhatikan dapat mengganggu keberlangsungan proses belajar mengajar di tiap-tiap daerah.

"Kalau ini tidak dilakukan, maka menjadi dampak ketahanan nasional yang luar biasa. Sangat berpengaruh, karena di Banyuwangi ini ada 1.924 tenaga honorer baik guru atau tenaga kesehatan," paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Joni Subagyo yang menerima kedatangan mereka mengaku akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Karena pengangkatan CPNS ini domainnya pemerintah pusat, kita akan berkirim surat kesana. Kami tidak bisa mempresure, hanya bisa menerima dan menyampaikan," tegas Joni usai menemui ribuan guru honorer.

Usai menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Banyuwangi, ribuan guru honorer menggelar doa bersama. Saat doa dipanjatkan para guru nampak khusuk dan tak sedikit yang mencucurkan air matanya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.