Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan
- Penulis : Bramanta
- | Senin, 08 Jun 2026 11:10 WIB
jatimnow.com – Bupati Jember Muhammad Fawait mendorong keterlibatan petani muda dalam kepengurusan Kelompok Tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) guna mengoptimalkan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Jember.
Hal tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Gus Fawait saat menghadiri kegiatan pertanian di Jember, Sabtu (6/6/2026). Ia meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.
Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong
"Saya minta Dinas TPHP berkoordinasi dengan camat, gapoktan, dan poktan. Bukan merombak kepengurusan yang ada, tetapi menambahkan anak-anak muda untuk terlibat dalam kelompok tani," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, kehadiran petani muda yang memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi akan membantu mempercepat akses informasi pertanian, termasuk dalam pengajuan bantuan dan pemanfaatan program pemerintah.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi menuntut kecepatan dalam memperoleh informasi dan mengakses berbagai kebutuhan pertanian. Karena itu, regenerasi petani menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di daerah.
"Dengan perkembangan teknologi, perlu ada kecepatan dalam memanfaatkan informasi, pengajuan peralatan, dan sebagainya. Maka perlu ada regenerasi petani muda," jelasnya.
Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember
Selain mendorong regenerasi petani, Pemerintah Kabupaten Jember juga berencana menambah jumlah tenaga pendamping pertanian mulai 2027. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pendampingan kepada petani di lapangan.
Gus Fawait menilai beban kerja pendamping pertanian saat ini cukup berat karena satu orang pendamping dapat menangani satu hingga dua desa sekaligus.
"Kami mengetahui di lapangan bahwa kerja pendamping pertanian sangat berat. Bahkan satu pendamping bisa menangani satu desa sampai dua desa," ungkapnya.
Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh
Untuk itu, Pemkab Jember akan menambah sumber daya manusia (SDM) pendamping pertanian agar pelayanan kepada Poktan, Gapoktan, dan petani dapat berjalan lebih optimal.
"Ke depan kami ingin satu pendamping untuk satu desa sehingga pendampingan bisa lebih maksimal. Harapannya produktivitas pertanian meningkat dan berbagai program dapat berjalan optimal. Ini adalah kerja konkret, bukan sekadar wacana," pungkasnya.
Editor : Bramanta