Jumat, 19 Jun 2026 03:16 WIB

Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

  • Penulis : Bramanta
  • | Sabtu, 06 Jun 2026 10:20 WIB
Produsen tahu di Tulungagung resah karena harga kedelai impor terus naik. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Produsen tahu di Tulungagung resah karena harga kedelai impor terus naik. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berimbas terhadap kenaikan harga kedelai impor. Sejumlah produsen tahu di Tulungagung mengeluhkan kenaikan harga yang terus terjadi sejak beberapa bulan terakhir ini. Saat ini harga kedelai impor mencapai Rp10.800 per kilogram. Padahal sebelumnya harganya hanya Rp9.500 per kilogram. Para produsen ini memilih untuk mengurangi ukuran tahu agar tidak mendapat komplain dari konsumen.

Salah seorang produsen tahu asal Desa/Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Kuswoyo (45) mengatakan harga kedelai impor cenderung mengalami kenaikan sejak 4 bulan terakhir. Harganya terus naik pasca kejadian invasi Amerika Serikat ke Iran beberapa bulan lalu. Terlebih peristiwa ini berpengaruh terhadap melemahnya nilai tukar rupiah ke dolar. Bahkan saat ini nilai tukar rupiah menembus Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Kenaikan harga kedelai impor sudah terasa sejak 4 bulan lalu, harganya terus mengalami kenaikan," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Saat ini harga kedelai impor di pasar mencapai Rp10.800 per kilogram. Padahal saat normal harga kedelai impor hanya Rp9.500 rupiah. Dalam sehari Kuswoyo mampu memproduksi 2 kwintal kedelai impor menjadi tahu. Naiknya harga kedelai impor ini membuat Kuswoyo harus bisa memutar otak. Para produsen tak ingin kehilangan konsumen meski harga bahan baku terus naik.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Harga tahu di pasar tetap seribu per kotak, kalau naik harga khawatir konsumen tidak mau beli," tuturnya.

Untuk menyiasati hal ini, Kuswoyo memilih mengurangi ukuran tahu beberapa sentimeter. Jika biasanya dalam satu kotak berisi 150 potong tahu kini menjadi 160 potong saja. Untuk saat ini permintaan konsumen cenderung stabil dan tidak mengalami penurunan.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Untuk permintaan pasar cenderung stabil,tapi ya itu ukuran tahu agar diperkecil menyesuaikan dengan harga bahan baku," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.