Jumat, 19 Jun 2026 20:39 WIB

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

  • Penulis : Bramanta
  • | Senin, 08 Jun 2026 10:05 WIB
Malam renungan AIDS Nusantara yang digelar KPAD Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Malam renungan AIDS Nusantara yang digelar KPAD Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Tulungagung menggelar Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2026. Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap ODHA.

Puluhan ODHA mengikuti kegiatan MRAN 2026. Mereka berkumpul menjadi satu di tengah nyala lampu lilin.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"MERAN bertujuan untuk mengenang saudara-saudara kita yang telah berjuang melawan AIDS dan para relawan yang menanggulangi AIDS sudah mendahului kita," ujar Wakil Ketua II KPAD Tulungagung, Makrus Manan, Minggu (7/6/2026).

HIV/AIDS masih menjadi penyakit yang harus mendapat atensi. Apabila tidak diatasi dengan pengobatan benar, potensi pada tingkat kematian.

"Setiap tahun temuan kasus HIV/AIDS di Tulungagung bertambah. Maka perlu kerjasama untuk menekan penyebaran HIV/AIDS," terangnya.

Bagi ODHA konsumsi obat Antiretroviral (ARV) memiliki peran penting dalam mengelola penyakit HIV/AIDS. Obat ini berfungsi menghambat reproduksi virus dan mencegah penurunan daya tahan tubuh serta memperpanjang harapan hidup.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sementara itu, Sekretaris KPAD Tulungagung, Ifada Nur Rohmaniah menambahkan di Jawa Timur tersisa lima KPAD yang masih aktif dan salah satunya Tulungagung. Eksistensi KPAD menunjukan komitmen pemerintah daerah dalam penanggulan HIV/AIDS.

"Ini memang bentuk komitmen pemerintah daerah. Ketika KPAD masih ada, menunjukan pemerintah proaktif dalam merespon kasus HIV/AIDS," jelasnya.

Penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan secara kolaboratif untuk menguatkan satu sama lain. HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan medis namun menyangkut psikosisial kehidupan ODHA.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Selain layanan kesehatan dan pengobatan, penanggulangan HIV/AIDS juga dilakukan melalui psikososial," paparnya.

KPAD Tulungagung juga mendorong keterlibatan lintas OPD untuk penanganan HIV/AIDS. Mulai dari mitiagasi, pembuatan arah kebijakan, layanan kesehatan, bantuan sosial hingga menghilangkan stigma dan diskriminasi.

"Setiap OPD sudah memiliki peran dalam penanggulangan HIV/AIDS. Sehingga kolaboratif dapat dilakukan untuk menangani HIV/AIDS di Tulungagung," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.