Jumat, 19 Jun 2026 03:33 WIB

Ribuan Hektare Sawah Terima Asuransi dari Pemkab Ponorogo saat Peringatan HKP

Bupati Sugiri Sancoko saat menandatangani kerjasama dengan PT. Jasindo. (Foto: Ahmad Fauzan/jatimnow.com)
Bupati Sugiri Sancoko saat menandatangani kerjasama dengan PT. Jasindo. (Foto: Ahmad Fauzan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) memberikan asuransi kepada petani. Pemberian asuransi ini bertepatan dengan Hari Krida Pertanian (HKP).

Pemberian asuransi tersebut bekerjasama antara dinas terkait dengan PT. Jasindo. Lahan seluas 1.000 hektare yang tercatat menerima asuransi.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan bahwa Pemkab Ponorogo tidak ingin menghadapkan petani dengan nasib. Apalagi petani kerap berhadapan dengan musim yang tidak menentu.

“Harus disiapkan mekanisme-mekanisme tertentu. Seperti memberikan asuransi bekerjasama dengan PT. Jasindo,” ujar Sugiri Sancoko, Rabu (21/6/2023).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Mahsun mengatakan, langkah yang dilakukan pemkab agar petani merasa tenang karena sudah mendapat jaminan.

Sesuai data perhitungan Dinas Pertanian dan Perikanan, lanjut Mahsun, ada 1.000 hektare lahan yang sesuai dengan sasaran penerima asuransi. Semua premi menjadi tanggung jawab pemerintah.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

“Sasaran asuransi adalah lahan yang endemik banjir, kekeringan dan serangan OPT (organisme pengganggu tanaman),” kata Masun.

“80 persen dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). Sisanya 20 persen dari APBD ( Anggaran Pendapatan Belanja Daerah),” tambah Masun.

Untuk diketahui, program pemberian asuransi terhadap lahan pertanian merupakan komitmen pemerintah daerah dengan Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

“Asuransi ini per setiap musim panen atau 3 sampai 4 bulan sekali. Asuransi bisa diklaimkan jika gagal panen. Ada namanya puso. Intensitas kerugian 75 persen atau luasan 75 persen lahan maka dijamin asuransi,” pungkasnya. (Adv)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.