Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah
- Penulis : Ahmad Fauzani
- | Senin, 27 Apr 2026 17:00 WIB
jatimnow.com - Rasa takut yang menghantui setiap langkah warga Ponorogo kini mulai sirna. Mereka tak lagi harus bertaruh nyawa saat menyeberang jembatan darurat demi beraktivitas, termasuk anak-anak yang kini bisa berangkat ke sekolah dengan aman melalui Jembatan Merah Putih Presisi.
Kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi menjadi solusi atas akses yang sebelumnya rawan. Jika dulu warga harus berjalan di jalur licin, bahkan anak-anak terpaksa digendong guru saat melintas, kini mereka bisa menyeberang dengan aman dan nyaman.
Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap
Tercatat, ada empat Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Pembangunan ini merupakan hasil kerja sama antara Polres Ponorogo dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Empat jembatan tersebut tersebar di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel; dua titik di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo; serta satu titik di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal.
Suasana pagi di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Senin (27/4/2026), sudah dipenuhi aktivitas warga. Wajah-wajah semringah terlihat, baik dari warga setempat maupun warga Desa Wates, Kecamatan Jenangan, yang kini kembali memiliki akses jalan layak setelah sebelumnya terputus akibat longsor.
Sebelumnya, warga hanya mengandalkan jembatan darurat yang sempat nyaris ambrol. Kini, jembatan permanen telah berdiri dan dapat digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama akses pendidikan.
“Terima kasih kepada pak polisi dan Bunda Lisdyarita yang sudah membuatkan jembatan ini, sehingga saya bisa sekolah dengan aman,” ujar Gwenzy Elmayra Gusti, siswa kelas 4 SDN 4 Wagir Lor.
Ia mengaku, sebelumnya harus melewati jembatan darurat yang berbahaya dan kerap digendong guru saat menyeberang.
Kepala SDN 4 Wagir Lor, Zainal Abidin, juga menyampaikan rasa syukurnya. Ia menuturkan perjuangan siswa menuju sekolah sebelumnya sangat berat karena harus menyeberangi sungai.
“Perjuangan anak-anak luar biasa. Kami sampai harus bergiliran membantu mereka menyeberang. Dengan adanya jembatan ini, kami sangat berterima kasih,” ungkapnya.
Baca Juga: Polres Ponorogo Gerebek Judi Sabung Ayam dan Dadu, Pelaku Kocar-kacir
Dua Jembatan Dibangun di Sawoo
Kondisi serupa sebelumnya juga dialami warga Desa Grogol, Kecamatan Sawoo. Dua jembatan di wilayah tersebut sempat ambrol akibat bencana alam pada 2025, sehingga mengisolasi tiga dukuh, yakni Tandan, Gombang, dan Minggring selama hampir satu tahun.
Warga terpaksa menggunakan jembatan darurat dari anyaman bambu yang berisiko tinggi.
“Sekarang sudah selesai dibangun, bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Sudah lancar seperti sebelum bencana. Terima kasih Pak Polisi,” ujar Boyani, salah satu warga.
Kepala Desa Grogol, Jalu Prasetyo, menyebut kedua jembatan yang putus tersebut sangat vital karena menghubungkan tiga dusun. Saat masih menggunakan jembatan darurat, kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
Kini, akses tersebut kembali normal setelah pembangunan jembatan permanen.
Baca Juga: Polres Ponorogo Amankan Pengedar Narkoba Asal Madiun, Sita 301 Gram Sabu
Empat Jembatan Dibangun, Satu Masih Proses
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menjelaskan bahwa dari empat jembatan yang direncanakan, tiga di antaranya telah selesai dibangun.
“Tiga jembatan yang sudah selesai berada di Desa Wagir Lor, serta dua titik di Kecamatan Sawoo. Satu lainnya di Kecamatan Bungkal masih dalam proses pembangunan,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi dapat memberikan manfaat luas, terutama dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak.
“Ini merupakan atensi dari Presiden dan Kapolri agar akses anak sekolah bisa lebih mudah dan aman,” tegasnya.
Menurutnya, dari hasil survei di empat lokasi, jembatan menjadi sarana krusial bagi masyarakat, khususnya pelajar. Kini, akses yang sebelumnya berbahaya telah berubah menjadi aman dan layak dilalui.
Editor : Yanuar D