Sabtu, 06 Jun 2026 17:50 WIB

Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 17 Mei 2026 09:04 WIB
Ulul Albab,  Akademisi, Analis Kebijakan Publik, Ketua ICMI Jawa Timur. (Foto/Dok Pribadi)
Ulul Albab, Akademisi, Analis Kebijakan Publik, Ketua ICMI Jawa Timur. (Foto/Dok Pribadi)

jatimnow.com - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa “rakyat di desa enggak pakai dollar” saat merespons pelemahan rupiah sesungguhnya perlu diluruskan secara akademik agar publik tidak memperoleh pemahaman ekonomi yang keliru.

Pernyataan itu mungkin dimaksudkan untuk menenangkan masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. Namun secara ilmiah, logika tersebut problematis dan terlalu menyederhanakan mekanisme ekonomi modern.

Baca Juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Dalam ekonomi makro, dampak nilai tukar tidak bekerja hanya pada orang yang memegang atau menggunakan dollar secara langsung.

Justru dalam sistem ekonomi terbuka seperti Indonesia hari ini, pelemahan rupiah akan menjalar melalui banyak saluran: harga pangan, energi, pupuk, transportasi, obat-obatan, bahan baku industri, hingga biaya distribusi barang kebutuhan pokok.

Artinya, rakyat kecil di desa tetap terdampak meskipun tidak pernah bertransaksi menggunakan dollar.

Literatur ekonomi internasional menyebut mekanisme ini sebagai “exchange rate pass-through”, yaitu proses ketika perubahan nilai tukar diteruskan ke harga domestik dan akhirnya memengaruhi inflasi serta daya beli masyarakat.

IMF dan Bank Dunia berkali-kali menegaskan bahwa negara berkembang sangat rentan terhadap gejolak kurs karena struktur ekonominya masih bergantung pada impor energi, bahan baku, teknologi, dan pangan tertentu. Dan Indonesia termasuk dalam kategori itu.

Petani di desa memang menjual hasil panen dalam rupiah. Namun pupuk yang mereka gunakan dipengaruhi harga global. Solar untuk traktor dipengaruhi harga energi internasional. Ongkos distribusi hasil panen dipengaruhi harga BBM dan logistik.

Bahkan harga pakan ternak, obat pertanian, serta berbagai kebutuhan pokok masyarakat desa juga sangat sensitif terhadap pelemahan rupiah.

Karena itu, menyatakan rakyat desa tidak terdampak hanya karena tidak memakai dollar merupakan kekeliruan berpikir yang berbahaya.

Baca Juga: Rupiah Tertekan Dolar AS, Pakar Beberkan Tips Aman Kelola Uang

Pernyataan semacam itu dapat menciptakan kesan seolah-olah stabilitas nilai tukar bukan persoalan penting bagi rakyat kecil.

Padahal sejarah menunjukkan bahwa krisis nilai tukar hampir selalu berujung pada penurunan daya beli masyarakat bawah.

Krisis 1998 menjadi contoh paling nyata. Yang paling menderita bukan pemilik dollar, tetapi rakyat kecil yang menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok, PHK massal, dan runtuhnya daya beli.

Di sinilah negara perlu berhati-hati dalam membangun narasi ekonomi publik. Optimisme memang penting. Presiden tentu berkewajiban menjaga kepercayaan masyarakat.

Namun optimisme tidak boleh dibangun di atas penyederhanaan logika ekonomi yang justru menyesatkan pemahaman rakyat.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan sekadar kalimat penenang, tetapi edukasi ekonomi yang benar, rasional, dan berbasis realitas struktural.

Sebab rakyat desa memang tidak memegang dollar di tangannya, tetapi kehidupan ekonomi mereka tetap bergerak dalam sistem global yang sangat dipengaruhi oleh dollar.

Dan ketika rupiah melemah, rakyat kecil tetap menjadi kelompok yang paling dahulu merasakan dampaknya.

Oleh : Ulul Albab
Akademisi, Analis Kebijakan Publik, Ketua ICMI Jawa Timur

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.