Jumat, 19 Jun 2026 00:37 WIB

Perjuangan Siswa di Banyuwangi Berangkat Sekolah Melintasi Sungai

Para pelajar melintasi sungai demi menuntut ilmu. (Foto-foto: Kepala Desa Kandangan Riyono for jatimnow.com)
Para pelajar melintasi sungai demi menuntut ilmu. (Foto-foto: Kepala Desa Kandangan Riyono for jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan siswa SD Negeri 2 Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, harus berjuang ekstra demi bisa bersekolah. Pasalnya, jembatan yang menjadi akses satu-satunya menuju ke sekolah jebol diterjang banjir, Selasa (9/5/2023) kemarin.

Jembatan yang membelah dua dusun di Desa Kandangan yang sifatnya darurat tak mampu menahan luapan banjir Sungai Karangtambak. Sebelumnya jembatan dibangun atas swadaya warga bersama TNI/Polri pada Oktober lalu.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Akibatnya, sebanyak 350 kepala keluarga (KK) dengan total seribu jiwa lebih terancam terisolir.

"Sekitar seribu jiwa lebih terancam terisolir. Di wilayah Pal Empat dan Pal Enam masuk wilayah Afdeling Sumberjambe," kata Kepala Desa Kandangan, Riyono kepada jatimnow.com, Rabu (10/5/2023).

Riyono menyatakan, puluhan siswa yang bersekolah di SDN 2 Kandangan nyaris terisolir andaikata Sungai Karangtambak meluap pada pagi harinya. Beruntung, luapan sungai yang sebelumnya nyaris menutup badan jembatan kini berangsur surut.

Sehingga, lanjut dia, para siswa masih bisa bersekolah dengan cara menyeberangi sungai dengan ketinggian setinggi mata kaki orang dewasa.

"Pagi ini aliran sungai sudah terpantau surut. Sehingga siswa masih bisa bersekolah," tegasnya.

Selain siswa SDN 2 Kandangan, imbas ambruknya jembatan turut menyulitkan siswa lainnya yang bermukim di Dusun Sumberjambe. Riyono menyebut, sedikitnya siswa TK, SMP dan SMA harus melintasi sungai Karangtambak demi bisa mengakses sekolah mereka masing-masing.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Ada yang dari TK dan ada juga siswa SMP yang bersekolah di SMP Negeri 1 Pesanggaran maupun SMP 3 PGRI Pesanggaran yang jaraknya itu sekitar 12 kilometer dari lokasi ambruknya jembatan," paparnya.

Tambahan tenaga guna menjangkau sekolah tak berhenti hanya melintasi Sungai Karangtambak. Mereka harus berjalan kaki dengan jarak yang terbilang cukup jauh.

Saat jembatan darurat masih berdiri tegak, siswa diantar oleh wali murid melintasi jembatan menggunakan kendaraan roda dua. Namun, kondisi itu berubah seiring ambruknya jembatan Sungai Karangtambak. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, wali murid menjemput mereka di tepian sungai.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Mereka sengaja datang lebih awal untuk bisa akses menuju sekolah. Tak sedikit dari siswa berinisiatif bergandengan tangan saat melintasi Sungai Karangtambak.

Langkah darurat pun diambil Pemerintah Desa Kandangan dengan membangun jembatan darurat dari tumpukan batu berlapis kawat. Riyono mengatakan, pembangunan itu bisa dikerjakan menunggu air sungai surut.

"Kalau air surut pengerjaan itu bisa dilakukan. Bersama warga, rencananya akan dibangun jembatan dari geronjong (tumpukan batu dilapisi kawat). Tapi jika kondisi aliran sungai tidak memungkinkan terpaksa kita tunda dulu," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.