Jumat, 19 Jun 2026 07:44 WIB

Buruh Tani di Banyuwangi Ditemukan Tewas dalam Kebun Buah Naga Milik Bosnya

Buruh tani di Banyuwangi ditemukan tewas (Foto: Polsek Bangorejo for jatimnow.com)
Buruh tani di Banyuwangi ditemukan tewas (Foto: Polsek Bangorejo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Buruh tani bernama Sunardi (73), warga Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi ditemukan tewas di kebun buah naga milik bosnya di wilayah setempat, Selasa (9/5/2023).

Korban sempat ngobrol dengan pemilik lahan, sebelum ditemukan tewas oleh petani lain, sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Kapolsek Bangorejo, AKP Sutarkam mengatakan, korban tewas diduga akibat serangan jantung. Hal itu diperkuat lewat hasil pemeriksaan tim medis terhadap jasad korban.

"Tak ada luka ataupun bekas kekerasan pada tubuh korban, berdasar hasil pemeriksaan tim medis. Dimungkinkan terkena serangan jantung," ungkap Sutarkam.

Sutarkam menambahkan, sebelum ditemukan tewas, korban sempat mengobrol santai dengan Hadi Waluyo (51), pemilik lahan. Di tengah bincang santai korban menikmati hidangan yang dibawakan pemilik lahan.

"Pada pukul 08.00 WIB, keduanya ngobrol santai. Korban juga menikmati kudapan roti dan rokok yang dibawakan pemilik lahan sebelum menjalankan pekerjaannya," terangnya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Setelah pemilik lahan meninggalkan lokasi, korban kemudian melanjutkan pekerjaan untuk membuat parit. Pada rentan waktu itu dimungkinkan korban meninggal akibat serangan jantung.

"Waktu kematian dimungkinkan antara pukul 08.00 sampai dengan pukul 10.00 WIB. Waktu di mana jasad korban pertama kali ditemukan oleh petani sekitar," ujar Sutarkam.

Menurut kesaksian Kepala Desa Ringintelu, Budi Santoso, sebelumnya Sunardi tak mengeluhkan sakit apapun. Dan terlihat masih sehat pada malam sebelum dirinya meninggal.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

"Masih ngopi dan ngobrol santai dengan rekannya pada malam harinya sebelum ditemukan meninggal," ujarnya.

Jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga setelah proses pemeriksaan rampung. Sutarkam menyatakan, pihak keluargan tidak menghendaki proses autopsi dengan melampirkan surat pernyataan bertanda tangan.

"Dari pihak keluarga sudah menerima kematian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi. Selanjutnya kita serahkan jasad korban untuk langsung dikebumikan," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.