Jumat, 19 Jun 2026 08:28 WIB

Kronologi Pembacokan di Bangkalan, Korban Terpisah dari Kawalan Polisi

Lokasi kejadian pembacokan di Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Lokasi kejadian pembacokan di Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus pembacokan yang terjadi didepan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bangkalan terus ditelusuri. Ternyata kubu korban sempat meminta pengawalan kepolisian sebelum aksi pembacokan terjadi. 

Dalam rilisnya, Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono menjelaskan kronologi kejadian pembacokan terhadap Mayyis (52) dan adiknya, Amil, warga Desa Bulung Kecamatan Klampis. 

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

Korban merupakan pendukung bakal calon kepala desa (Bacakades) Bator yang tidak lolos verifikasi. Bacakades itu dari incumbent atau mantan kades Bator. 

"Pukul 11.00 rombongan mantan kades ini datang ke kantor DPMD karena dipanggil oleh Tim Fasilitasi Pemilihan Kepala Desa (TFPKD)," ujarnya, Rabu malam (5/4/2024). 

Setibanya di depan kantor DPMD, tiga mobil rombongan mantan kades ini dipepet oleh tim lawan yang sudah standby di depan kantor itu. Aksi tersebut membuat kubu mantan kades ini merasa tidak aman. 

"Lalu rombongan mantan kades ini datang ke polres pukul 12.30 untuk meminta bantuan pengamanan. Lalu kembali ke DPMD dengan pengawalan polisi," jelasnya.

Di saat itu, Mayyis dan adiknya berada di satu mobil terpisah dari rombongan. Keduanya menunggu di sebelah timur kantor DPMD. 

"Tidak lama kemudian, sekelompok orang menyerang korban dan melakukan pembacokan hingga korban M meninggal dunia. Sedangkan adiknya masih kritis," terangnya. 

Baca Juga: Sidoarjo Siap Tinggalkan Coblos Paku, E-Voting Jadi Incaran di Pilkades 2026

Akibat hal tersebut, polisi langsung bergerak mengamankan beberapa orang dan juga mobil yang diduga digunakan oleh pelaku. Polisi juga menyita senjata tajam yang ada di lokasi kejadian. 

"Kami amankan sejumlah orang dan sejumlah barang dari TKP saat ini masih diperiksa," imbuhnya  

Polisi saat ini juga melakukan pengamanan di Desa Bator untuk mengantisipasi adanya aksi susulan. 

"Kami masih dalami dan mengejar pelaku," pungkasnya. 

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

 

 

 

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.