Jumat, 19 Jun 2026 18:05 WIB

Kepincut Akun Bergambar Polisi, Janda Satu Anak di Banyuwangi Terjebak VCS

ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Peristiwa kurang mengenakkan dialami EW (36), janda anak satu asal Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Ia nyaris jadi korban pemerasan oleh teman kencan virtualnya yang mengaku sebagai perwira polisi berpangkat Ipda.

Berawal dari media sosial Facebook, EW berkenalan dengan teman prianya bernama akun Romi itu. Berparas tampan dan mengaku duda di profil media sosialnya, membuat hati EW tak kuat menahan bujuk rayu di awal kenal.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Komunikasi pun terjalin hari demi hari. Hingga keduanya sepakat mengikat tali cinta sebagai kekasih. Dalam perjalananya, EW sempat mengulik dimana kekasihnya itu berdinas.

“Tidak dijelaskan di Polres, Polsek atau apa, pokoknya Lampung katanya,” ujarnya kepada jatimnow, Senin (03/04/2024).

Intens jalinan komunikasi akhirnya sang pacar meminta EW untuk melakukan panggilan video atau video call.

“Pada Senin (27/3) malam saya tiba-tiba di-VC oleh dia, karena saya belum tidur akhirnya saya angkat,” ungkapnya.

Ternyata oknum itu ingin video call sex (VCS), EW diminta untuk menunjukkan bagian payudaranya.

“Saat VC dia menunjukkan alat kelaminnya, sedangkan saya diminta nunjukkin payudara saya,” ucapnya.

"Saat itu saya tidak menyadari kalau direkam," tambahnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Video rekaman itu, kata EW, kemudian dijadikan senjata untuk memerasnya. Keesokan harinya, Selasa (28/3) EW tiba-tiba ditelepon oleh Romi dan ia mengancam akan menyebarkan video tak senonoh tersebut jika tidak mengirim uang sebesar Rp20 juta

“Saya takut, saya tidak punya uang, akhirnya coba konsultasi ke Polsek Genteng,” terangnya.

Sampai di Polsek, ia ditemui petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Genteng dan diberi pengertian.

“Karena perkaranya belum terjadi (belum transfer uang dan videonya belum disebar) saya diminta buat tenang dulu,” katanya.

Mendapat penjelasan dari pihak kepolisian EW semula tenang, ia yakin polisi gadungan itu hanya menggertak. Sampai pada Jumat (31/3) lalu satu per satu teman FB-nya dikirimi video tersebut.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

“Sejak Jumat sudah banyak yang dikirimi video itu, bahkan mantan suami dan saudara saya banyak yang tahu, saya jadi malu,” ungkapnya.

Karena itu, EW berharap pengalamannya ini bisa menjadi pembelajaran kepada orang lain agar lebih bijak bermedia social.

“Kalau kenalan sama orang baru hati-hati, kalau tiba-tiba di-VC mending tidak diangkat, langsung di-block saja,” pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.