Jumat, 19 Jun 2026 07:50 WIB

Polemik Penolakan Makam Dekat Tempat Wudhu Masjid di Banyuwangi, Bikin Jemaah Ketakutan

Makam almarhum Ruqoiyah yang dibangun di dekat tempat wudhu. (Foto-foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Makam almarhum Ruqoiyah yang dibangun di dekat tempat wudhu. (Foto-foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembangunan makam di lahan Masjid Baiturrohim, Dusun Sumberwaru, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, oleh ahli waris Ruqoiyah terus menimbulkan polemik.

Selain dilakukan sepihak, letak makam yang berada di dekat tempat wudhu turut menimbulkan kecemasan warga terutama para jemaah.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Bendahara Takmir Masjid Baiturrohim Muhammad Sholehuddin mengatakan, sejumlah jemaah merasa ketakutan dengan keberadaan makam itu. Terutama jemaah perempuan yang tempat wudhunya bersebelahan dengan makam.

"Iya ketakutan mereka (jemaah) dan gak berani ambil air wudhu. Terlebih waktu malam, gak berani sudah," katanya kepada jatimnow, Senin (27/3/2023).

Tak hanya jemaah perempuan, lanjut Sholehudin, santri yang menuntut ilmu di TPQ Masjid Baiturrohim juga dibuat bergidik dengan keberadaan makam. Letak tempat wudhu para santri kebetulan juga bersebelahan dengan makam.

"Yang bilang guru ngajinya. Pada takut (santri) mau ambil air wudhu," ungkapnya.

Dari pantauan jatimnow di Masjid Baiturrohim, makam yang dibangun ahli waris Ruqoiyah memang berada di samping tempat wudhu wanita.

Dikelilingi tembok yang terbuat dari batako. Dilengkapi pintu dari kayu dilapisi seng sebagi pintu masuk.

Dari informasi yang dihimpun, makam itu berdiri di lahan masjid pada Rabu 8 Februari 2023 atau pada waktu meninggalnya Ruqoiyah.

"Bu Nyai itu meninggalnya pada hari Rabu sekitar pukul 16.00 WIB," ujar Ketua Takmir Masjid Baiturrohim Nur Hamid.

Semula, ahli waris menyetujui Ruqoiyah dimakamkan di TPU keluarga setempat. Selang tidak lama, anak atau ahli waris Ruqoiyah membatalkan rencana pemakaman itu.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Nur Hamid mengatakan, tak diketahui pasti alasan apa yang mendasari pembatalan itu. Yang jelas, warga menyesalkan keputusan ahli waris yang akhirnya berujung pada aksi protes puluhan warga.

"Warga kecewa dan membuat tanda tangan penolakan di atas spanduk. Itu dilakukan setelah enam kali mediasi tak membuahkan hasil," jelasnya.

Padahal, menurut Nur Hamid, tanah masjid seluas 660 m2 telah diwakafkan melalui sertifikat yang dibuat pada 31 Juli 1993 dengan melibatkan suami Ruqoiyah dan kerabat, serta nadzir.

"Di situ melibatkan Nadzir, keluarga yang mewakafkan, Sekdes pada saat itu, serta tokoh masyarakat. Dan peruntukannya bukan untuk makam melainkan masjid," tegasnya.

Baca Juga: Kuburan Nenek di Malang Dibongkar Polisi, Tewas Tak Wajar Diduga Dibunuh Cucu

Terpisah, ahli waris tanah wakaf yang juga cucu almarhumah Ruqoiyah, Imam Muhtasor (55) berdalih lokasi pemakaman itu adalah permintaan mendiang ibunya sendiri.

"Ibu Ruqo’iyah sendiri yang meminta untuk dimakamkan di sana (dekat masjid),” dalihnya.

Menurut Muhtasor, menggunakan tanah wakaf untuk makam itu sah dilakukan, karena sesuai permintaan pemilik tanah wakaf.

“Kami hanya menjalankan wasiat dari alamarhumah yang minta dimakamkan di situ,” tandasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.