Jumat, 19 Jun 2026 12:18 WIB

Penjual Preloved di Banyuwangi Terancam Bangkrut, Imbas Larangan Impor Pakaian Bekas

Stan baju bekas milik Raudatul Nurzanah (22), salah satu pemilik toko baju bekas di Jalan KH Imam Bahri, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Stan baju bekas milik Raudatul Nurzanah (22), salah satu pemilik toko baju bekas di Jalan KH Imam Bahri, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Larangan impor baju bekas oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dampak logisnya mulai dirasakan pedagang pakaian bekas di Banyuwangi.

Wirausahawan preloved itu takut usahanya bangkrut karena tak bisa membeli baju bekas impor untuk dijual kembali.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Di Banyuwangi, pangsa pasar pakaian bekas peminatnya berasal dari generasi Z. Penjualnya juga didominasi anak muda zaman now.

Perasaan was-was karena ancaman bangkrut turut melanda, Raudatul Nurzanah (22), salah satu pemilik toko baju bekas di Jalan KH Imam Bahri, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Belum genap setahun memulai bisnis, malah terancam tutup karena tak bisa kulakan.

"Jujur, saya masih baru di bisnis ini, baru tahun ini. Mana sudah keluar uang banyak," katanya.

Raudatul merinci, untuk modal barang dagangannya saat ini sudah menghabiskan uang senilai Rp10 juta. Uang sebanyak itu, dibuat Raudatul untuk membeli dua karung pakaian bekas.

"Itu tidak bisa dijual semua, ada yang disortir. Dari dua bal itu yang saya anggap layak dijual sekitar 400 sampai 500 potong pakaian dan celana," terangnya.

Modal sebesar Rp10 juta yang sudah dikeluarkan itu, jelas dia, belum termasuk biaya laundry ratusan potong pakaian bekas itu. Untuk bisa dijual, pakaian harus dipastikan bersih.

“Belum biaya kontrak dan lain-lain, makanya saya takut usaha ini gulung tikar,” ujarnya.
Selama ini, Raudatul mengaku menggantungkan hidupnya dari bisnis baju bekas impor. Dan jadi sumber pemasukan inti bagu keluarganya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

“Saya lulusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), kebetulan belum dapat sekolah buat ngajar. Jadi sumber pemasukan untuk keluarga dari jualan pakaian beka sini,” ungkapnya.

Meski ada larangan penjualan pakaian bekas impor, para pedagang di Banyuwangi masih bisa bernapas lega.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi masih belum mendapat petunjuk teknis untuk menindak para pengusaha penjual pakaian bgekas itu.

“Sampai saat ini belum (rencana penindakan). Karena petunjuk teknisnya belum ada,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, R Nanin Oktaviantie.

Menurut Nanin, setiap ada kebijakan yang datang dari pemerintah pusat, akan ada petunjuk teknis yang harus dilakukan di tingkatan kabupaten dan kota.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

“Kami sudah mencari-cari informasi soal itu, tapi di tingkat kabupaten kota belum ada,” terangnya.

Nanin menyebut, petunjuk dari Kementerian Perdagangan itu sangat penting, agar tidak salah mmelangkah

“Kami tidak bisa bertindak tanpa ada petunjuk dari pusat, bila petunjuk sudah ada akan kita informasikan,” katanya.



Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.