Kamis, 11 Jun 2026 04:29 WIB

Warga Banyuwangi Rakit Ogoh-ogoh Sambut Hari Raya Nyepi

  • Penulis :
  • | Senin, 06 Mar 2023 13:11 WIB
Proses pembuatan ogoh-ogoh yang dilakukan umat Hindu Banyuwangi jelang perayaan Nyepi. (Eko Purwanto/jatimnow.com)
Proses pembuatan ogoh-ogoh yang dilakukan umat Hindu Banyuwangi jelang perayaan Nyepi. (Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah umat Hindu di Banyuwangi mulai membuat ogoh-ogoh. Proses ini utuk menyambut perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 22 Maret 2023.

Kesibukan pembuatan ogoh-ogoh mulai terlihat di pemukiman Hindu yang berada di Dusun Randuagung, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo. Terlihat sejumlah pemuda Hindu merakit dari nol patung yang kerap diarak jelang peringatan Hari Raya Nyepi itu.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Kita buat jauh-jauh hari. Mengingat proses pembuatan (ogoh-ogoh) membutuhkan ketelitian dalam menempelkan ornamen-ornamen. Macam menempelkan kertas ke bambu yang jadi badan dari ogoh-ogoh," ujar Galuh Adi Saputro (32) kepada jatimnow.com, Senin (6/03/2023).

Galuh menjelaskan untuk tema ogoh-ogoh yang dibuat pada peringatan Hari Raya Nyepi tahun ini bertemakan "Polo Bungkuk". Yang menggambarkan sifat manusia dewasa ini.

"Ogoh-ogoh yang dibuat bertemakan Polo Bungkuk. Ogoh-ogoh tersebut merupakan penggambaran yang sibuk bekerja namun lupa beribadah," jelasnya.

Tak hanya bertemakan Polo Bungkuk, Galuh menambahkan jika ogoh-ogoh lain juga dibuat dalam bentuk naga, gajah dan widyadar. Semua ogoh-ogoh itu akan diarak keliling kampung, malam sebelum peringatan Hari Raya Nyepi.

Baca Juga: Semarak Pawai Ogoh-ogoh Umat Hindu di Desa Balun Lamongan

"Ogoh-ogoh ini ada yang dibuat menyerupai bentuk virus corona untuk kegiatan Tawur Agung (upacara puncak)," ungkapnya.

Untuk biaya pembuatan ogoh-ogoh, Galuh menyebut berasal dari dana kerukunan umat. Diambilkan dari sumbangan para dermawan dan umat Hindu di wilayah Purwoharjo.

"Sumbangsih dari jemaat Hindu di wilayah Purwoharjo," pungkasnya.

Baca Juga: Melihat Tawur Agung Kesanga Jelang Nyepi 1948 Saka di Kediri

Ogoh-ogoh merupakan representasi dari Bhuta Kala atau Bathara Kala yang dibuat menjelang Hari Nyepi. Kemudian, ogoh-ogoh akan diarak beramai-ramai keliling desa pada senja hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi.

Naskah: Eko Purwanto

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.