Semarak Pawai Ogoh-ogoh Umat Hindu di Desa Balun Lamongan
- Penulis : Adyad Ammy Iffansah
- | Rabu, 18 Mar 2026 20:40 WIB
jatimnow.com – Ribuan warga memadati Alun-alun Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan untuk menyaksikan pawai ogoh-ogoh yang digelar umat Hindu, Rabu (18/3/2026).
Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi dan tetap terjaga meski umat Hindu di desa tersebut merupakan kelompok minoritas.
Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian
Pawai ogoh-ogoh menjadi bagian dari ritual Tawur Agung Kesanga, yang digelar menjelang pelaksanaan Nyepi. Tahun ini, Hari Raya Nyepi berlangsung pada Kamis (19/3/2026) hingga Jumat (20/3/2026).
Pemangku Pura Sweta Maha Suci Desa Balun, Mangku Tadi, mengatakan terdapat delapan ogoh-ogoh yang diarak mengelilingi desa sebelum akhirnya dibakar di alun-alun saat matahari terbenam.
“Ada delapan ogoh-ogoh yang diarak keliling desa, kemudian dibakar sebagai bagian dari rangkaian ritual Tawur Agung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ogoh-ogoh merupakan simbol sifat negatif atau hawa nafsu manusia yang perlu dinetralisir menjelang Nyepi.
Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya
“Ogoh-ogoh melambangkan sifat-sifat buruk manusia. Melalui prosesi ini, diharapkan sifat tersebut dapat dihilangkan agar setelah Nyepi, umat dapat berpikir, berkata, dan bertindak lebih baik,” jelasnya.
Mangku Tadi juga menyinggung pelaksanaan Nyepi yang berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Menurutnya, perbedaan tersebut tidak menjadi kendala, justru menjadi wujud nyata toleransi yang telah lama terjalin di Desa Balun.
Ia mempersilakan umat Muslim tetap menjalankan ibadah, termasuk takbiran, sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG
“Silakan saudara-saudara Muslim menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Tidak ada masalah, yang terpenting kita saling menghormati,” katanya.
Ia berharap nilai toleransi yang terjaga di Desa Balun dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas.
“Semoga keharmonisan di desa ini bisa menjadi inspirasi, tidak hanya di Lamongan tetapi juga di tempat lain,” pungkasnya.
Editor : Yanuar DURL : https://jatimnow.id/baca-83166-semarak-pawai-ogohogoh-umat-hindu-di-desa-balun-lamongan