Minggu, 14 Jun 2026 03:45 WIB

Semarak Pawai Ogoh-ogoh Umat Hindu di Desa Balun Lamongan

Pembakaran Ogoh-ogoh dalam ritual tawur agung Umat Hindu Desa Balun, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pembakaran Ogoh-ogoh dalam ritual tawur agung Umat Hindu Desa Balun, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com – Ribuan warga memadati Alun-alun Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan untuk menyaksikan pawai ogoh-ogoh yang digelar umat Hindu, Rabu (18/3/2026).

Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi dan tetap terjaga meski umat Hindu di desa tersebut merupakan kelompok minoritas.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Pawai ogoh-ogoh menjadi bagian dari ritual Tawur Agung Kesanga, yang digelar menjelang pelaksanaan Nyepi. Tahun ini, Hari Raya Nyepi berlangsung pada Kamis (19/3/2026) hingga Jumat (20/3/2026).

Pemangku Pura Sweta Maha Suci Desa Balun, Mangku Tadi, mengatakan terdapat delapan ogoh-ogoh yang diarak mengelilingi desa sebelum akhirnya dibakar di alun-alun saat matahari terbenam.

“Ada delapan ogoh-ogoh yang diarak keliling desa, kemudian dibakar sebagai bagian dari rangkaian ritual Tawur Agung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ogoh-ogoh merupakan simbol sifat negatif atau hawa nafsu manusia yang perlu dinetralisir menjelang Nyepi.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

“Ogoh-ogoh melambangkan sifat-sifat buruk manusia. Melalui prosesi ini, diharapkan sifat tersebut dapat dihilangkan agar setelah Nyepi, umat dapat berpikir, berkata, dan bertindak lebih baik,” jelasnya.

Mangku Tadi juga menyinggung pelaksanaan Nyepi yang berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Menurutnya, perbedaan tersebut tidak menjadi kendala, justru menjadi wujud nyata toleransi yang telah lama terjalin di Desa Balun.

Ia mempersilakan umat Muslim tetap menjalankan ibadah, termasuk takbiran, sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

“Silakan saudara-saudara Muslim menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Tidak ada masalah, yang terpenting kita saling menghormati,” katanya.

Ia berharap nilai toleransi yang terjaga di Desa Balun dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas.

“Semoga keharmonisan di desa ini bisa menjadi inspirasi, tidak hanya di Lamongan tetapi juga di tempat lain,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.