Jumat, 19 Jun 2026 23:42 WIB

Pengeroyokan Brutal di Surabaya Terekam CCTV, Otak Pelaku Buron

Korban pengeroyokan Louis Prasetya (kanan) bersama Natalia menunjukkan surat laporan. (Foto/jatimnow.com)
Korban pengeroyokan Louis Prasetya (kanan) bersama Natalia menunjukkan surat laporan. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kota Surabaya diguncang aksi premanisme brutal yang menimpa seorang pemuda tanpa salah. Louis Prasetya, pemuda berusia 22 tahun, babak belur setelah dikeroyok sekelompok orang di kawasan pergudangan PT Agrimax, Jalan Tanjungsari.

Insiden berdarah pada Sabtu malam, 30 Mei 2026 tersebut membuat korban menderita luka fisik serius serta trauma psikologis mendalam akibat kepungan massa yang beringas.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Masyarakat sekitar kini merasa waswas dengan keamanan ruang publik menyusul tindakan kekerasan massal di wilayah hukum tersebut.

Aparat Polsek Sukomanunggal bergerak cepat menangani perkara. Polisi berhasil meringkus satu tersangka, namun dalang utama pengeroyokan bersama pelaku lain masih berkeliaran.

Kejadian pilu bermula saat rekaman CCTV gudang memperlihatkan detik-detik mengerikan ketika Louis dipukul, dibanting, dan dikerumuni massa tanpa ampun.

Kakak korban, Natalia, menceritakan bahwa adiknya sama sekali tidak mengetahui akar masalah yang memicu kemarahan para pelaku.

Persoalan sebenarnya diduga melibatkan Natalia dengan pria bernama Yusuf alias Haji Yus. Sebelum kejadian, Natalia sempat menerima telepon berisi makian dan tantangan berduel dari Yusuf.

"Dia menelepon saya marah-marah, menantang bertemu. Saya tunggu hampir satu jam di lokasi janjian, dia tidak muncul," kata Natalia saat ditemui jurnalis, Kamis, 4 Juni 2026.

Natalia kemudian beranjak pergi menuju kawasan PTC Surabaya. Di tengah jalan, kabar buruk datang lewat telepon sang adik pada pukul 18.12 WIB yang mengabarkan situasi darurat di pergudangan.

Natalia berputar arah, namun sesampainya di lokasi pengeroyokan, aktor intelektual serangan sudah kabur.

Dua hari pasca kejadian, keluarga memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Rekaman digital memperlihatkan Louis awalnya berusaha menghindar dan membela diri dari pukulan pertama.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Naas, kelompok pria dewasa lain langsung merangsek maju membantu pelaku pertama.

"Saat adik saya membela diri, orang-orang lain ikut memukul sampai dia jatuh. Mereka mengerumuni, memegang, membanting, lalu memosisikan adik saya agar bisa dipukuli kembali," ungkap Natalia.

Akibat pengeroyokan brutal, Louis menderita luka robek dan memar di area wajah, kepala, bahu, serta kaki.
Seluruh pakaiannya juga hancur tercabik-cabik.

Ancaman belum usai, keluarga korban kini didera ketakutan hebat akibat intimidasi orang tidak dikenal yang berusaha mencari alamat rumah tinggal mereka.

"Kami meminta polisi segera menangkap pelaku utama. Keluarga ketakutan karena ada yang meneror mencari rumah kami," tambah Natalia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Kapolsek Sukomanunggal Kompol Akhyar membenarkan adanya laporan kekerasan massal tersebut. Petugas sudah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti berkas laporan bernomor TBL/18/VI/2026/SPKT/Polsek Sukomanunggal/Polrestabes Surabaya/Polda Jatim.

"Satu tersangka pengeroyokan sudah ditahan. Anggota di lapangan masih memburu pelaku lainnya," tegas Kompol Akhyar.

Kuasa hukum korban, Hendra Tedjo, mendesak aparat bertindak taktis mengejar buron yang kabur setelah mengetahui pergerakan polisi.

Hendra menggarisbawahi dampak sosial dan psikologis yang merusak masa depan kliennya akibat kebrutalan kelompok preman.

"Korban masih sangat muda, mentalnya terguncang dikeroyok banyak orang dewasa. Sampai hari ini dia belum bisa bekerja atau beraktivitas normal," pungkas Hendra.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.