Jumat, 19 Jun 2026 13:02 WIB

189 Desa di Banyuwangi Berebut Juara Video Kreatif, Siapa Pemenangnya?

  • Penulis :
  • | Jumat, 27 Jul 2018 09:56 WIB
Wabup Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko saat memberikan hadiah kepada pemenang/Foto: Hafiluddin Ahmad
Wabup Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko saat memberikan hadiah kepada pemenang/Foto: Hafiluddin Ahmad

jatimnow.com – Desa Ketapang memenangi lomba video kreatif yang melibatkan 189 desa di Banyuwangi. Dalam kompetisi ini, Desa Ketapang mengangkat tema literasi karena potensi utama yang ada di desa adalah membangun dan meningkatkan potensi Sumber Daya Manusia.

Kepala Desa Ketapang, Slamet Kasihono mengatakan, potensi yang dapat ditonjolkan di setiap daerah yang sangat memungkinkan yakni meningkatkan kualitas SDM, meskipun pembangunan fisik juga yang tak kalah penting sebagai infrastruktur penunjang desa.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Yang kita tonjolkan dalam video potensi desa kali ini adalah desa literasi. Bagi kami, di desa tidak hanya pembangunan infrastruktur, tapi yang tak kalah pentingnya adalah membangun SDM-nya," kata Kepala Slamet usai menerima penganugerahan di halaman Desa Sukonatar Kecamatan Banyuwangi, Kamis (26/7/2018) malam.

Dari video yang berdurasi 2 menit 44 detik, ujar Slamet, lebih menonjolkan pembangunan SDM baik dari segi kesenian, kebudayaan, dan pendidikan literasi sebagai fokus utama. Konten di dalamnya seperti pembukaan rumah baca, lapak baca, hingga panggung literasi. 

Terlebih, di Desa Ketapang merupakan wilayah pintu gerbang Banyuwangi dari Pulau Bali melalui jalur laut. Selain itu, banyak perusahaan yang membuka pabrik maupun gudang di wilayahnya.

"Potensi Ketapang yang demikian besar harus diimbangi dengan penguatan SDM. Kami tidak ingin warga kami hanya menjadi penonton di tengah kemajuan desanya," tegas Slamet. 

Sementara itu, Ketua tim kreator video Tunggul Herwanto mengatakan meskipun berangkat dari desa, tetapi dengan mengangkat potensi sumber daya manusia dapat menjadi sebagai daya untuk mengungkit dan mengembangkan potensi kewilayahan.

"Meski sebagai warga desa, kita turut menentukan masa depan bangsa ini. Untuk itu, kita mengambil penguatan literasi sebagai bekal kami untuk menghadapi tantangan global," ungkap Tunggul yang juga penggiat literasi itu.

Dalam lomba video kreatif ini Desa Ketapang tidak hanya menjadi juara satu dalam kategori potensi desa. Namun, juga berhasil menjadi juara favorit dengan video yang berdurasi 2 menit 44 detik dan meraih penyuka terbanyak YouTubers. 

Sementara pemenang kategori pelayanan publik dimenangkan oleh Desa Buluagung Kecamatan Siliragung. Dan disusul oleh Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng serta Desa Glagahagung Kecamatan Purwoharjo sebagai juara dua dan tiga. 

Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko yang hadiri dalam malam penganugerahan tersebut, menyerahkan hadiah secara langsung kepada para pemenang.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Nantinya, kedua video yang masuk dalam kategori video terbaik akan diikutsertakan pada perlombaan di tingkat provinsi.

"Kita patut bersyukur, acara lomba video kreatif potensi desa yang kita laksanakan kali ketiga ini. Jadi, dua video terbaik tahun ini, akan mewakili Banyuwangi di tingkat provinsi," ungkap Yusuf.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang saat itu memberikan sambutan via face time berharap dengan penyelenggaraan kompetisi tersebut, dapat merangsang seluruh desa untuk mengabarkan potensinya lebih luas lagi.

"Gunakan pengantar atau teks dengan Bahasa Inggris agar bisa diakses sampai di seluruh dunia," pesannya. 

Selain itu, Anas juga meminta kepada para kepala desa yang hadir untuk merangsang kreativitas dengan menonjolkan potensi desa masing-masing.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Adakan workshop-workshop kreatif di desa untuk menggali potensi-potensi lain yang bisa dikembangkan," harapnya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.