Jumat, 19 Jun 2026 07:28 WIB

Jadi Pemateri FGD DBHCHT, Bea Cukai Madura dan BKD Pamekasan Tak Hadir

Sejumlah pihak berdiskusi pemanfaatan DBHCHT dengan KNPI di Hotel Odaita Pamekasan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Sejumlah pihak berdiskusi pemanfaatan DBHCHT dengan KNPI di Hotel Odaita Pamekasan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

Pamekasan - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pamekasan menggelar forum group discussion (FGD) evaluasi pemanfaatan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan pemanfaatan pada tahun 2022, di Hotel Odaita Pamekasan, Selasa (06/09/2022).

Pada kegiatan ini dihadiri sejumlah pembicara. Seperti perwakilan dari kepolisian, TNI, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Kepala Dinsos dan Satpol PP dan Sekdakab diwakili Kabag Perekonomian, A. Fata. Termasuk Wakil Bupati Pamekasan Fattah Jasin.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Sayangnya, pemateri inti dalam FGD tidak hadir. Yakni Pihak Bea Cukai Madura dan Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan juga tidak hadir. Padahal mereka yang lebih detail bisa menjelaskan pemanfaatan DBHCHT tahun 2021 dan tahun ini.

Ketua KNPI Pamekasan, Ali Hosnan menyayangkan ketidakhadiran Bea Cukai Madura dan BKD Pamekasan. Sebab kedua lembaga ini yang memahami alur pemanfaatan DBHCHT.

"Mereka tidak hadir tanpa pemberitahuan jelas. Padahal undangan sudah kami layangkak jauh-jauh hari. Selain itu, mestinya mereka hadir menjelaskan secara gamblang di forum kami," katanya.

Dia menegaskan, ketidakhadiran mereka suatu bentuk ketidaktransparanan Bea Cukai dan BKD Pamekasan. Bea cukai adalah lembaga yang memahami proses hulu hingga hilir proses pendapatan DBHCHT. Sementara BKD merupakan salah satu lembaga pengelolaan keuangan.

Baca Juga: Bea Cukai Tanjung Perak Bongkar Selundupan Miras dan Onderdil Asal China

Buktinya, lanjut dia, dari evaluasi di FGD ditemukan tidak tepat sasaran. Salah satu peserta FGD tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai DBHCHT tahun 2021. Namun sampai tahun ini tidak menerima bantuan sepeserpun.

"Dari evaluasi tadi ada beberapa yang perlu dijelaskan oleh pemerintah dan Bea Cukai Madura. Sayangnya mereka tidak hadir, " ucapnya.

Ali Hosnan menambahkan, kegiatan FGD evaluasi pemanfaatan DBHCHT untuk lebih efektif. Buktinya tahun 2021 tidak terserap seratus persen. Kami menginginkan tahun ini bisa terserap keseluruhan.

Baca Juga: Gaya Nyentrik Haji Her Saat Diperiksa KPK

Sementara pihak Bea Cukai Madura dan BKD Pamekasan saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan.

Reporter: Fathor Rahman

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.