Rabu, 22 Jul 2026 09:04 WIB

Gaya Nyentrik Haji Her Saat Diperiksa KPK

Gaya nyentrik Haji Her, bos rokok Madura, saat penuhi panggilan KPK. (Foto/Instagram)
Gaya nyentrik Haji Her, bos rokok Madura, saat penuhi panggilan KPK. (Foto/Instagram)

jatimnow.com - Gedung Merah Putih KPK kedatangan sosok fenomenal asal Pamekasan, Kamis (09/4/2026). Haji Khairul Umam, atau yang lebih kondang disapa Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi dalam kasus dugaan suap izin pita cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.40 WIB, bos PT Bawang Mas Group ini sama sekali tak tampak tegang. Justru dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos khas Madura, pria yang kerap dijuluki Crazy Rich Madura ini langsung menyambar pertanyaan wartawan yang sudah menunggunya di selasar gedung.

Baca Juga: Ansor Jatim Apresiasi Bea Cukai dan BNN Gagalkan 3,37 Ton Ganja

"Orang Madura itu apa adanya, mas. Enggak ada itu yang namanya berbelit-belit," cetusnya sambil melempar senyum.

Haji Her menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan para tersangka dalam kasus ini, termasuk sosok Jiatmiko yang disebut-sebut sebagai otak di balik skandal cukai tersebut. Kepada penyidik, ia mengaku menjawab semua pertanyaan dengan jujur dan tanpa beban.

Menariknya, ada momen santai saat pemeriksaan berlangsung. Haji Her sempat bercerita bagaimana penyidik bertanya soal tempat menginapnya selama di Jakarta.

Begitu ia menjawab menginap di Grand Hyatt, penyidik sempat melontarkan candaan soal tarif hotelnya yang selangit.

Sambil tertawa lepas, Haji Her menjawab enteng, "Iya, saya kan banyak uang." Jawaban spontan ini sontak memecah suasana formal di tengah pusaran kasus korupsi yang tengah diusut lembaga antirasuah tersebut.

Baca Juga: Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

Selain soal substansi kasus, ia juga mengklarifikasi isu soal dirinya yang sempat dituding mangkir pada panggilan pertama.

Menurutnya, terjadi salah paham di internal kantornya. Staf administrasinya mengira surat dari KPK adalah surat proposal bantuan yang biasa masuk ke kantor.

"Suratnya sampai tanggal 1 sore, posisi saya lagi di luar kota. Kami baru baca beneran tanggal 4, padahal undangannya buat tanggal 1. Jadi bukan sengaja nggak datang. Ini buktinya saya inisiatif datang sendiri," jelas pengusaha tembakau itu.

Kasus yang menyeret nama Haji Her ini bermula dari temuan KPK terkait manipulasi pita cukai yang diduga merugikan negara sejak akhir 2025 lalu.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Modusnya, oknum pengusaha bermain mata dengan pejabat Bea Cukai untuk mendapatkan tarif cukai rendah yang tidak sesuai dengan volume produksi mesin.

Sejauh ini, KPK sudah menahan mantan Direktur Penindakan DJBC, Rizal, dan beberapa pejabat lainnya.

Haji Her sendiri menjadi salah satu dari sekian deretan bos rokok besar yang diperiksa untuk mendalami sejauh mana aliran dana suap ini menyebar ke berbagai wilayah industri tembakau.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.