Minggu, 07 Jun 2026 05:17 WIB

Gaya Nyentrik Haji Her Saat Diperiksa KPK

Gaya nyentrik Haji Her, bos rokok Madura, saat penuhi panggilan KPK. (Foto/Instagram)
Gaya nyentrik Haji Her, bos rokok Madura, saat penuhi panggilan KPK. (Foto/Instagram)

jatimnow.com - Gedung Merah Putih KPK kedatangan sosok fenomenal asal Pamekasan, Kamis (09/4/2026). Haji Khairul Umam, atau yang lebih kondang disapa Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi dalam kasus dugaan suap izin pita cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.40 WIB, bos PT Bawang Mas Group ini sama sekali tak tampak tegang. Justru dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos khas Madura, pria yang kerap dijuluki Crazy Rich Madura ini langsung menyambar pertanyaan wartawan yang sudah menunggunya di selasar gedung.

Baca Juga: Plt Bupati Ahmad Baharudin dan 9 Pejabat Pemkab Tulungagung Diperiksa KPK

"Orang Madura itu apa adanya, mas. Enggak ada itu yang namanya berbelit-belit," cetusnya sambil melempar senyum.

Haji Her menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan para tersangka dalam kasus ini, termasuk sosok Jiatmiko yang disebut-sebut sebagai otak di balik skandal cukai tersebut. Kepada penyidik, ia mengaku menjawab semua pertanyaan dengan jujur dan tanpa beban.

Menariknya, ada momen santai saat pemeriksaan berlangsung. Haji Her sempat bercerita bagaimana penyidik bertanya soal tempat menginapnya selama di Jakarta.

Begitu ia menjawab menginap di Grand Hyatt, penyidik sempat melontarkan candaan soal tarif hotelnya yang selangit.

Sambil tertawa lepas, Haji Her menjawab enteng, "Iya, saya kan banyak uang." Jawaban spontan ini sontak memecah suasana formal di tengah pusaran kasus korupsi yang tengah diusut lembaga antirasuah tersebut.

Baca Juga: Kasus Korupsi Bupati Tulungagung Nonaktif, KPK Periksa 9 Saksi di Polda Jatim

Selain soal substansi kasus, ia juga mengklarifikasi isu soal dirinya yang sempat dituding mangkir pada panggilan pertama.

Menurutnya, terjadi salah paham di internal kantornya. Staf administrasinya mengira surat dari KPK adalah surat proposal bantuan yang biasa masuk ke kantor.

"Suratnya sampai tanggal 1 sore, posisi saya lagi di luar kota. Kami baru baca beneran tanggal 4, padahal undangannya buat tanggal 1. Jadi bukan sengaja nggak datang. Ini buktinya saya inisiatif datang sendiri," jelas pengusaha tembakau itu.

Kasus yang menyeret nama Haji Her ini bermula dari temuan KPK terkait manipulasi pita cukai yang diduga merugikan negara sejak akhir 2025 lalu.

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Tulungagung Non Aktif dan Ajudannya

Modusnya, oknum pengusaha bermain mata dengan pejabat Bea Cukai untuk mendapatkan tarif cukai rendah yang tidak sesuai dengan volume produksi mesin.

Sejauh ini, KPK sudah menahan mantan Direktur Penindakan DJBC, Rizal, dan beberapa pejabat lainnya.

Haji Her sendiri menjadi salah satu dari sekian deretan bos rokok besar yang diperiksa untuk mendalami sejauh mana aliran dana suap ini menyebar ke berbagai wilayah industri tembakau.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.