Jumat, 19 Jun 2026 07:03 WIB

Pria di Pasuruan Tewas Tenggelam dalam Kubangan Air saat Mencari Siput

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 06 Jul 2022 20:05 WIB
Kubangan air bekas galian tambang di Pasuruan, tempat pencari siput tewas tenggelam (Foto: Polsek Gempol)
Kubangan air bekas galian tambang di Pasuruan, tempat pencari siput tewas tenggelam (Foto: Polsek Gempol)

Pasuruan - Seorang pria pencari siput air tewas tenggelam setelah terperosok dalam kubangan air bekas galian tambang dengan kedalaman sekitar 3 meter, di Dusun Jurangpelen, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Pencari siput itu bernama Sugiono (29), warga Dusun Jurangpelen II, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Dia tewas sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

"Korban meninggal akibat tenggelam ketika terperosok di kubangan air sedalam tiga meter, saat mencari siput," jelas Kanit Reskrim Polsek Gempol, Iptu Khoirul Anam.

Berdasar keterangan para saksi, sekitar pukul 12.00 WIB, korban berangkat dari rumah menuju kubangan untuk mencari siput air atau kol, untuk pakan ternak bebek.

Saat tengah fokus mencari siput dalam kubangan, korban tiba-tiba terpeleset dan masuk kubangan itu.

"Saat itu ada saksi yang bernama Rony (adik korban), Samsul Hadi dan Iwan, yang sedang mencari burung. Mereka sempat melihat korban terperosok ke kubangan air dan korban minta tolong, tapi dari jauh hanya kelihatan melambai-lambaikan tangannya," ungkapnya.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Melihat korban meminta tolong, ketiga saksi langsung berlari untuk mencoba melakukan pertolongan. Namun sampai di TKP, korban sudah tenggelam, sehingga ketiga saksi tidak bisa berbuat banyak.

Setelah itu warga berdatangan dan berusaha mengevakuasi korban dari dalam kubangan. Namun saat berhasil dievakuasi, nyawa korban sudah tidak tertolong.

"Warga yang menolong dengan cara menyelam ke dalam kubangan, kemudian berhasil mengangkat korban dalam kondisi meninggal," terangnya.

Baca Juga: Nekat Memancing di Bawah Jembatan Suramadu, Mustofa Tewas Terseret Arus Pasang

Keluarga korban yang menyadari tewasnya korban murni tenggelam, akhirnya ikhlas dan tidak menghendaki proses autopsi dengan membuat surat pernyataan.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.