Jumat, 19 Jun 2026 07:03 WIB

Tangkis Konten Negatif di Medsos, Banyuwangi Gandeng Kemenpolhukam

  • Penulis :
  • | Kamis, 12 Jul 2018 19:05 WIB
Staf Khusus Kemenpolhukam Farizay Irawadi saat berkunjung ke Mal Pelayanan Publik Banyuwangi/Foto: istimewa
Staf Khusus Kemenpolhukam Farizay Irawadi saat berkunjung ke Mal Pelayanan Publik Banyuwangi/Foto: istimewa

jatimnow.com – Berita hoax dan konten-konten negatif yang banyak beredar di media sosial menajdi perhatian serius dari Pemkab Banyuwangi dan Kementrian Politik Hukum dan HAM (Kemenpolhukam) RI.

Pemkab Banyuwangi pun akan menggandeng Kemenpolhukam untuk meliterasi warganet Banyuwangi untuk lebih bijak menggunakan medsos.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Hal itu diungkapkan oleh Staf Khusus Kemenpolhukam Farizay Irawadi saat berkunjung ke Mal Pelayanan Publik Banyuwangi, Kamis (13/7).

“Saya telah menyampaikan pada Pak Bupati tentang salah satu program yang kami lakukan tentang pembekalan literasi sosial media. Dan ternyata Pak Bupati sangat mengapresiasi dan meminta kami untuk memberi pembakalan serupa pada ASN dan netizan Banyuwangi,” kata Farizay.  

Farizay berada di Banyuwangi dalam rangka mengisi materi “Upaya Menanggulangi Kejahatan Mass Communication (Cyber Crime, Hate Speech, dan Hoax)” dalam acara Percepatan Capaian Kinerja Semester jajaran Kanwil Kumham Jatim.

Acara yang digelar selama dua hari (Rabu – Kamis 12-13 Juli) ini diikuti oleh ratusan personil Kanwil Kumham se-Jatim.

Farizay melanjutkan saat ini tidak bisa dipungkiri pengunaan medsos tidak hanya dipakai untuk menyebarkan konten positif, tapi juga banyak yang menebarkan konten negatif seperti ujaran kebencian atau kabar bohong.

“Kinerja sebaik apa pun jika dihantam oleh hoax atau pun ujaran kebencian (hate speech), maka tidak akan ada artinya. Karena itu semua harus bersinergi menangkal berita negatif dan menyebarluaskan berita positif lewat pembekalan literasi medsos. Kami menyambut positif Banyuwangi memulai langkah sinergi dengan Kemenpolhukam untuk hal ini,” ujar Farizay.

Farizay lalu mencontohkan tentang Mal Pelayanan Publik Banyuwangi. Dia mengaku sudah lama mendengar keberadaan mal pertama di Indonesia yang didirikan kabupaten ini dari media dan menyempatkan diri untuk meninjau langsung. Saat meninjau, Farizay mengaku tambah terkesan.  

“Saya tadi berkeliling, ternyata sudah melayani lebih dari 200 perijinan, dan hampir semua quick service. Ditambah tidak calonya lagi. Sangat menguntungkan masyarakat. Ini lho contoh konten positif yang perlu kita sebarluaskan dibanding berita-berita hoax yang tidak ada artinya,” cetus dia.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Farizay juga memberikan masukan pada Banyuwangi terkait penggunaan medsos. Dia berkata jika  selama ini berita tentang Banyuwangi di media-media mainstream sudah sangat positif.  

Namun yang terpenting, imbuhnya, bagaimana berita itu tak hanya tersaji, tapi juga disebarkan oleh pasukan influencers medsos.

“Banyak media mainstream yang mengabarkan keberhasilan Banyuwangi. Ini harus di-sounding lagi lewat sosmed agar bisa terdengar hingga ke seluruh dunia. Ini salah satu cara menangkal hoax dan konten negatif, minimal mengimbangi” cetusnya.

Untuk itu, dia mengajak netizen dan ASN Banyuwangi untuk bersama-sama menggaungkan hal-hal positif daerah ini lewat sosmed.

Secara terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku sangat senang dengan sambutan baik dari pihak Kemenkopolhukam. 

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Bahkan, ia juga mengaku senang karena Kemenkopolhukam bersedia membagi ilmunya dengan warganet Banyuwangi.

"Kami rencanakan akan diadakan tanggal 20 Juli 2018. Momen ini sekaligus menyambut Pawai Obor Asian Games 2018 yang akan diusung melewati Banyuwangi. KAmi ingin warganet Banywuangi bisa menyebarkan spirit Asiean Games ini untuk mengharumkan nama Indonesia,” pungkas Anas.  

 Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.