Jumat, 19 Jun 2026 04:54 WIB

Pegawai Pabrik Pupuk Tewas, Disnaker Kabupaten Malang Temukan Dugaan Pelanggaran

Lokasi kejadian 2 pegawai PT Danendra Untung Abadi yang meninggal akibat gas beracun dan tercebur ke kolam pupuk. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)
Lokasi kejadian 2 pegawai PT Danendra Untung Abadi yang meninggal akibat gas beracun dan tercebur ke kolam pupuk. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)

Malang - Kasus kematian 2 pegawai pabrik pupuk PT Danendra Untung Abadi akibat gas beracun memasuki babak baru. Kali ini Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Malang menemukan adanya dugaan pelanggaran SOP (standar operasional prosedur) karena para pegawai tidak dilengkapi APD (alat perlindungan diri).

"Pemilik pabrik (Untung) mengakui memang tidak ada APD maupun pelatih keselamatan dan kesehatan kerja kepada seluruh pegawai," terang Lukistiyantono selaku tim pengawas dari Disnaker Kabupaten Malan, Senin (4/4/2022).

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

Hal ini diketahui saat pengawas dari Disnaker Kabupaten Malang bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur melakukan peninjauan di pabrik yang beralamat di Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang tersebut pada Sabtu (2/4/2022) lalu.

Selain itu, ternyata pabrik ini belum memiliki registrasi wajib lapor ketenagakerjaan yang sudah ditetapkan dalam UU No.7 Tahun 1981.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Baca Juga: Dua Pegawai Pabrik Tewas dalam Kolam Pupuk Dipastikan Akibat Gas Beracun

"Kami bahkan baru tahu pada Sabtu kemarin kalau di daerah situ ada pabrik," ungkapnya.

Baca Juga: Nekat Memancing di Bawah Jembatan Suramadu, Mustofa Tewas Terseret Arus Pasang

Oleh karena itu, Lukistiyantono selanjutnya akan melaporkan hasil tinjauan yang sudah ia dapatkan kepada Disnakertrans Jawa Timur. Sehingga pihak Disnakertrans Jawa Timur bisa menindaklanjuti dengan memberikan surat nota pemeriksaan demi pemeriksaan lebih dalam.

"Karena saat ini kami masih terkendala oleh segel pihak kepolisian untuk melanjutkan pemeriksaan di dalam lokasi kejadian. Sehingga kemarin hanya sebatas wawancara dengan pemilik," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.