Jumat, 19 Jun 2026 23:36 WIB

Penusuk Ketua MUI Pesanggaran, Banyuwangi Ternyata Bukan Santri, Ini Datanya

Pelaku penusukan terhadap Ketua MUI Pesanggaran, Banyuwangi, KH Affandi Musyafa saat diamankan polisi
Pelaku penusukan terhadap Ketua MUI Pesanggaran, Banyuwangi, KH Affandi Musyafa saat diamankan polisi

Banyuwangi - Darmanto (34), pria yang menusuk Ketua MUI Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi KH Affandi Musyafa rupanya seorang pendatang. Ternyata dia juga bukan santri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, pelaku mengaku berasal dari Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Hampir 6 bulan ia tinggal di Banyuwangi dan bertempat di daerah Jepit, Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Pelaku sendiri tercatat sudah memiliki seorang istri dan dua orang anak. Kedua anaknya tinggal di Sumantra dan istrinya kerja di luar negeri.

Baca juga: 

"Istrinya kerja di luar negeri. Sementara dua anaknya berada di Palembang. Jadi pelaku di Banyuwangi sendirian," ungkap Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi, Jumat (18/2/2022).

Karena sudah menetap lama di Banyuwangi, pelaku mengubah domisili di Kartu Tanda Penduduknya (KTP) yang beralamatkan di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Jadi KTP-nya sudah Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran," terang Subandi.

Menurut Subandi, sejak 15 hari yang lalu, pelaku diajak oleh KH Affandi Musyafa tinggal di Ponpes Al Hidayah Tembakur Pesanggaran.

"Pak kiai itu kasihan kepada pelaku. Karena wilayah Jepit itu area tanah babatan hutan," tambah Subandi.

Baca Juga: Inilah Motif Kasus Penusukan di Malang yang Tewaskan Joki Balapan

Di Ponpes Al Hidayah milik korban, pelaku diminta untuk membantu kegiatan pondok pesantren.

"Jadi dia ini sebenarnya bukan santri. Dia bantu-bantu kegiatan ponpes," tegas AKP Subandi.

Sejauh ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku terkait motif penusukan yang dilakukannya tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.