Jumat, 19 Jun 2026 06:08 WIB

HIV/AIDS di Surabaya Tertinggi Se-Jatim, Pasien Didominasi Umur 20-29 Tahun

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Tjutjuk Supariono. (Foto: Dok. PSI)
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Tjutjuk Supariono. (Foto: Dok. PSI)

Surabaya - Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur mencatat, Kota Surabaya menjadi daerah dengan kasus baru HIV/AIDS tertinggi se-Jawa Timur pada tahun 2021.

Peringkat pertama diduduki Surabaya dengan kasus terbanyak hingga 323 pasien AIDS, disusul Kabupaten Banyuwangi 186, dan Jember sebanyak 174 pasien.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

"Saya menilai bahwa Informasi dan sosialisasi terkait HIV/AIDS pada masa pandemi ini tidak berjalan dengan baik, terutama pendidikan seksual untuk anak-anak sekolah," ujar anggota Komisi D DPRD Surabaya Tjutjuk Supariono, Senin (17/1/2022).

"Jangan lupa bahwa kita punya target Three Zero 2030, artinya tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian karena AIDS, dan tidak ada diskriminasi di tahun 2030," sambungnya.

Ia juga menambahkan, berdasarkan laporan Direktorat Jenderal (Ditjen) Program Pencegahan dan Pengendalian Oenyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, selama pandemi Covid-19 tahun 2020, telah terdeteksi 50.626 kasus HIV/AIDS.

Tjutjuk juga menyebut, jika mayoritas pasien didominasi oleh umur 20-29 tahun. Sehingga penularan sudah terjadi pada masa remaja atau anak yang umurnya kurang dari 20 tahun.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

"Miris melihat data ini, sebab mayoritas kasus ini terjadi pada anak-anak muda. Hal ini bisa dikatakan bahwa pendidikan seksual sejak dini kurang efektif dan juga kurang didukung oleh media massa, terutama terkait penggunaan kontrasepsi yang menyebabkan kebijakan kita menjadi tidak tegas dan terkesan abu-abu," imbuhnya.

Ia juga mengatakan, Pemkot Surabaya perlu melakukan inovasi dan melakukan aksi tanggap terhadap masalah itu.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Ia meyakini, jika kerja keras ini dipikirkan dan dilakukan bersama akan semakin ringan dan capaian nol kasus HIV/AIDS di Surabaya bisa terkabul.

"Agar upaya pencegahan HIV berhasil, orang yang hidup dengan, atau berisiko infeksi HIV perlu memiliki akses alat pencegahan yang efektif, seperti akses kontrasepsi dan jarum suntik steril. Kemudian, saya juga minta agar pelaksanaan mobile VCT atau tes HIV pada populasi berisiko dapat digalakkan di tahun 2022, untuk menekan kasus HIV di Surabaya. Saya optimis di tahun 2022, Kota Surabaya bisa nol angka HIV selama ada kerja sama yang baik,” tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.