Jumat, 19 Jun 2026 22:42 WIB

Plesetkan Pancasila, Pemuda Pembuat Tato di Pasuruan Diciduk Polisi

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 02 Jun 2021 19:06 WIB
Pemuda pembuat tato di Pasuruan yang plesetkan Pancasila (tengah)
Pemuda pembuat tato di Pasuruan yang plesetkan Pancasila (tengah)

jatimnow.com - Gegara mengunggah video pelesetkan Pancasila dan nama Indonesia melalui status WhatsApp (WA), seorang pemuda di Pasuruan diciduk polisi. Setelah diamankan, pemuda itu diberi pembinaan.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian Wimbarda menyebut bahwa pemuda itu bernama Faris Akbar Firdaus, warga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Kata dia, status Faris tersebut diduga dicapture seseorang hingga disebar ke beberap grup WA, tepat di Hari Lahir Pancasila.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Karena meresahkan masyarakat, yang bersangkutan kita jemput dan kita beri pembinaan. Kemudian kita serahkan ke pemerintah desa setempat," jelas Adrian, Rabu (2/6/2021).

Di hadapan polisi dan Pemerintah Desa Beji, Fariz mengaku jika unggahan itu adalah kritik yang ditulisnya terhadap kondisi negara saat ini. Fariz akhirnya meminta maaf atas unggahannya tersebut.

"Saya mengaku bersalah dan meminta maaf kepada seluruh Bangsa Indonesia atas perbuatan yang saya lakukan. Saya mengakui bahwa Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujar Fariz di Mapolres Pasuruan.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Fariz beralasan, dengan kritik berupa plesetan tersebut, harapannya agar pemerintah lebih baik lagi dalam memajukan Indonesia.

"Harapannya ke depan lebih baik lagi. Yang saya maksud ke depannya lebih baik lagi," tandasnya.

Baca Juga: Pancasila Harga Mati, Eks GMNI Serukan Perubahan Struktural

Sementara Kepala Desa Beji, Syarifudin menegaskan bahwa Fariz berprofesi sebagai pembuat tato dan sablon yang dikenal baik oleh masyarakat. Meskipun kadang orang yang tidak kenal merasa takut jika melihat perawakan Fariz yang penuh tato dan percing tindik.

"Kami tidak menyangka jika Fariz ini masang status seperti itu dan viral sampai seperti ini. Kami pemdes akan membina warga kami, agar hal serupa tidak terjadi," pungkas Syarifudin.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.