Minggu, 07 Jun 2026 19:40 WIB

Pancasila Harga Mati, Eks GMNI Serukan Perubahan Struktural

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 20 Jan 2026 15:55 WIB
Eks GMNI Pecinta Buku gelar FGD, soroti pentingnya pemberdayaan SDM & SDA berbasis Pancasila untuk keadilan sosial. (Foto: GMNI/jatimnow.com)
Eks GMNI Pecinta Buku gelar FGD, soroti pentingnya pemberdayaan SDM & SDA berbasis Pancasila untuk keadilan sosial. (Foto: GMNI/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah hiruk pikuk dinamika global, semangat nasionalisme dan keadilan sosial kembali digaungkan.

Eks Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pecinta Buku menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pemberdayaan SDM dan SDA Indonesia Sesuai Prinsip-Prinsip Pancasila dalam Rangka Mewujudkan Keadilan Sosial" pada Minggu, 18 Januari 2026, di Science Techno Park Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI), Malang.

Baca Juga: Raperda Keolahragaan Jawa Timur dan Ujian Tata Kelola Olahraga yang Berkeadilan

Acara ini menjadi wadah bagi para pakar, akademisi, dan aktivis untuk berdiskusi mendalam mengenai solusi atas tantangan bangsa, dengan fokus pada pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Berbagai materi krusial dibahas, mulai dari Syair Nasionalis Marhaenis hingga Hukum Rasional Perubahan, menekankan pentingnya transformasi struktural untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Prof. Ir. Wani Hadi Utomo, PhD, salah satu tokoh yang hadir dalam FGD tersebut, menegaskan bahwa pemberdayaan SDM dan SDA harus benar-benar berlandaskan pada prinsip Pancasila yang autentik.

"Saat ini, kita menyaksikan imperialisme institusional yang menyusup melalui kebijakan ekonomi yang lebih menguntungkan korporasi asing daripada kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa revolusi sebagai tuntunan sejarah menuntut perubahan kelakuan administratif yang radikal, di mana aufklärung menjadi jalan untuk membongkar rezim kebudayaan yang menindas.

Baca Juga: Transisi Kepemimpinan, Herald Ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC GMNI Surabaya

Senada dengan hal tersebut, Drs. Djoko Soekmono mengkritisi praktik monarki presidensial yang dinilai sering kali menyimpang dari hukum rasional perubahan yang seharusnya mendorong kesejahteraan sosial.

"Sebagai bangsa, kita harus kembali pada syair nasionalis marhaenis dan kesadaran kolektif, di mana revolusi bukanlah kekerasan, melainkan tuntunan sejarah untuk memastikan SDM Indonesia tidak lagi menjadi korban sistem yang mengabaikan aufklarung sebagai jalan sejarah bangsa," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Surabaya Raya, Ni Kadek Ayu Wardani, juga turut menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa GMNI sebagai gerakan mahasiswa nasionalis harus kritis terhadap kondisi saat ini di mana pemberdayaan SDM dan SDA sering kali diabaikan demi kepentingan elit.

Baca Juga: Lenyapkan Steriliteit!

"Pancasila menuntut perubahan sosial konkret dan pembongkaran rezim kebudayaan yang mempertahankan ketidakadilan," ungkapnya.

FGD ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi gerakan intelektual yang lebih luas, mendorong pemerintah dan masyarakat untuk menerapkan prinsip-prinsip Pancasila secara konkret dalam kebijakan pembangunan.

Lebih dari sekadar refleksi ideologis, acara ini merupakan panggilan aksi untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan berdaulat.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.