Rabu, 22 Jul 2026 05:48 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

  • Penulis : Yanuar D
  • | Kamis, 09 Apr 2026 22:40 WIB
Jembatan Bokwedi Pasuruan. (Foto: BBPJN Jawa Timur-Bali/jatimnow.com)
Jembatan Bokwedi Pasuruan. (Foto: BBPJN Jawa Timur-Bali/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembangunan Jembatan Bokwedi di Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, resmi dimulai sejak Senin, 6 April 2026 kemarin. Hingga 30 November, arus lalu lintas di jalan Ir H Juanda dialihkan.

Kepala Satuan Kerja PJN III Jawa Timur, Deny Purwa Indarsa, menjelaskan bahwa proyek tersebut sebelumnya sempat tertunda karena mempertimbangkan momentum arus Natal, Tahun Baru, dan Lebaran. Saat ini, percepatan pelaksanaan menjadi prioritas agar target penyelesaian tidak kembali mundur hingga akhir 2026.

Baca Juga: Viral Ricuh di Pintu Masuk Bromo, TNBTS Klaim Pemukulan Refleks Bela Diri

“Pekerjaan harus segera dimulai agar target penyelesaian tidak mundur lagi. Karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan,” ujar Deny, melansir akun Instagram resmi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.

Dalam pelaksanaan proyek ini, BBPJN Jatim-Bali bertanggung jawab terhadap aspek teknis konstruksi, termasuk perencanaan dan pengendalian pekerjaan. Sementara itu, pengaturan lalu lintas dilakukan oleh Dinas Perhubungan, pengamanan oleh Kepolisian, serta dukungan jalur alternatif oleh Jasa Marga.

Rekayasa lalu lintas yang disiapkan meliputi pengalihan arus dari arah Surabaya melalui Simpang Karangketug menuju Jalan Gatot Subroto, dilanjutkan ke Jalan Urip Sumoharjo hingga Tol Sutojayan. Sementara dari arah Probolinggo, kendaraan diarahkan melalui Tol Grati, Blandongan, Bulu, Purutrejo, hingga Kebonagung.

Kendaraan Kelas Berat dari arah Surabaya / Probolinggo tidak diperbolehkan keluar di Exit Tol Pasuruan Kota (Kejayan). Boleh keluar di Exit Tol Rembang dan Exit Tol Grati.

BBPJN Jatim–Bali menegaskan akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait guna memastikan proyek berjalan lancar serta meminimalkan dampak terhadap mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Lebih rinci, Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan Kota menyebut telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus kendaraan ke sejumlah jalur alternatif yang dinilai mampu menampung volume kendaraan selama proses pembongkaran berlangsung.

Untuk kendaraan dari arah timur, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur Lingkar Selatan Kota Pasuruan. Pengendara diarahkan melintasi Jalan Raya HOS Cokroaminoto, Jalan Raya KH Hasyim Ashari, Jalan Raya Untung Surapati, hingga Jalan Raya Gatot Subroto sebagai jalur penghubung utama.

Sementara itu, kendaraan dari arah barat, khususnya dari Jalan Raya Ir. Soekarno Hatta, dialihkan melalui Jalan Raya Balaikota, kemudian ke Jalan Raya dr. Wahidin Sudiro Husodo, dilanjutkan ke Jalan Raya KH Hasyim Ashari hingga tersambung ke Jalan Raya HOS Cokroaminoto.

Pengalihan arus ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan akibat penutupan total Jalan Ir. H. Juanda, sekaligus menjadi langkah preventif untuk meminimalkan potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.

Baca Juga: Catat, Ada Pengalihan Akses Gerbang Tol Waru 6 Surabaya hingga 26 Mei

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah Setiawan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel di sejumlah titik strategis untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta membantu mengarahkan pengguna jalan.

"Kami telah menempatkan anggota di lapangan serta memasang rambu-rambu petunjuk arah. Kami mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan serta memanfaatkan jalur alternatif yang telah ditentukan. Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan arus kendaraan tetap kondusif selama proses pembongkaran Jembatan Bokwedi berlangsung.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.