Jumat, 19 Jun 2026 19:19 WIB

Redam Melonjaknya Harga Jeruk Nipis, Pedagang di PIOS Datangkan dari Sulawesi

Jeruk nipis di PIOS
Jeruk nipis di PIOS

jatimnow.com - Pedagang di Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) menyebut harga jeruk nipis kini mengalami kenaikan. Kondisi ini dipicu karena para petani jeruk nipis di Jawa Timur belum ada yang panen.

Menurut para pedagang, harga normal jeruk nipis biasanya berada di kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogran. Namun kini melejit menjadi Rp 14 ribu per kilogram.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Jeruk nipis jarang ada barangnya karena para petani belum ada yang panen," kata Sunar, pedagang jeruk nipis di PIOS, Senin (31/5/2021).

Ia menyebut, biasanya stok jeruk nipis di PIOS mengandalkan pasokan dari petani di Kecamatan Ujungpangkah, Gresik dan Banyuwangi. Namun setelah lebaran, pasokan jeruk nipis mengalami penurunan hingga harganya mengalami kenaikan.

Untuk meredam tingginya harga, para pedagang di PIOS mendatangkan jeruk nipis dari Sulawesi agar tidak terjadi lonjakan yang lebih tinggi lagi.

"Biar tetap ada stok kami akhirnya mendatangkan jeruk nipis dari Sulawesi," jelas dia.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Menurutnya, dengan datangnya jeruk nipis dari Sulawesi itu dapat meredam gejolak harga jual yang terkenal dengan kandungan Vitamin C dan kaya anti oksidan itu.

Harga yang semula Rp 14 ribu per kilogram bisa ditekan lebih rendah lagi yakni dikisaran Rp 10 ribu per kilogram.

"Jeruk nipis dari Sulawesi memang harganya lebih murah. Namun untuk kualitasnya tetap masih kalah dengan jeruk nipis asal Gresik dan Banyuwangi," pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya: Wilayah Perbatasan Kita Pastikan Tidak Tertinggal

 

Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.