Selasa, 16 Jun 2026 08:55 WIB

DPRD Surabaya: Wilayah Perbatasan Kita Pastikan Tidak Tertinggal

Yona Bagus saat menggelar reses (foto: Yona for jatimnow.com)
Yona Bagus saat menggelar reses (foto: Yona for jatimnow.com)

jatimnow.com – Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko memastikan tak ada ketertinggalan pembangunan infrastruktur di wilayah pinggiran Kota Pahlawan

Hal tersebut ia ungkap saat menggelar reses di Tambak Osowilangun, kawasan perbatasan Surabaya dengan Gresik pada Kamis (12/2/2026).

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

“Wilayah perbatasan seperti ini harus kita pastikan tidak tertinggal, baik pelayanan publik maupun akses program pemerintah,” ujar Yona, dalam dalam siaran resminya, Sabtu (14/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, dia memfokuskan pembahasan pada pentingnya validitas data melalui DTSEN sebagai dasar penyaluran bantuan sosial. Dia menjelaskan, akurasi data menentukan apakah bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.

“Data itu penting supaya bantuan tepat sasaran. Kalau datanya tidak akurat, yang seharusnya menerima bisa terlewat, dan yang tidak berhak justru masuk,” jelas dia.

Wakil Ketua Gerindra Surabaya itu juga mengimbau warga untuk terbuka saat proses pendataan berlangsung. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat menerima petugas atau surveyor DTSEN yang datang melakukan verifikasi lapangan.

“Kalau ada petugas survei datang, mohon diterima dengan baik dan berikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Ini demi kepentingan panjenengan semua agar datanya valid,” katanya.

Menurut dia, partisipasi aktif warga menjadi kunci agar kebijakan sosial berbasis pada kondisi riil di lapangan. Dengan data yang diperbarui secara berkala, pemerintah dapat menyusun program yang lebih tepat dan terukur.

“Kami ingin warga ikut mengawal. Pastikan datanya sesuai kenyataan, karena dari situlah kebijakan bantuan disusun,” lanjutnya.

Selain sosialisasi, Yona juga menyerahkan bantuan berupa terop, kursi, dan meja untuk mendukung kegiatan sosial warga. Dia ingin bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pertemuan RT, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas kepemudaan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

“Ini mungkin terlihat sederhana, tapi semoga bisa menunjang kegiatan warga sehari-hari,” ujar dia.

Selain itu, dia juga memberikan mesin pemotong rumput untuk menunjang kebersihan lingkungan. Fasilitas ini diharapkan memperkuat budaya gotong royong di kawasan perbatasan.

Tak hanya itu, untuk pemberdayaan ekonomi, Yona juga menyerahkan bantuan senilai Rp5 juta untuk membeli mesin jahit kepada pelaku UMKM jahit RT setempat. Bantuan ini ditujukan agar usaha warga semakin produktif dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

“UMKM harus kita dorong terus. Dengan alat yang memadai, usaha ibu-ibu penjahit bisa berkembang dan memberi manfaat lebih besar bagi keluarga,” katanya.

Salah satu penerima bantuan, Lailatul Rahimah, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Dia menyebut kelompok UMKM jahit di lingkungannya selama ini masih kekurangan fasilitas.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

“Makasih saya sampaikan pada Pak Yona atas bantuan mesin jahitnya karena kita UMKM penjahit ada empat orang belum mencukupi fasilitasnya. Insya Allah nanti uang dari Pak Yona saya belikan mesin yang bisa bikin lubang kancing,” ujarnya.

Menurut dia, selama ini kelompoknya sudah memiliki beberapa mesin jahit dan obras, namun belum mempunyai mesin khusus pembuat lubang kancing. Hal itu membuat mereka harus keluar daerah untuk menyelesaikan pesanan.

“Kita masih punya mesin jahit hitam sama obras. Biasanya lubang kancing ke Gresik, Pak, satu kancing itu Rp1.000. Sekarang alhamdulillah bisa dikerjakan di rumah sendiri,” katanya.

Dia mengatakan, anggota UMKM jahit di lingkungannya berjumlah empat orang dalam satu RT. Mereka menerima berbagai pesanan, mulai dari seragam hingga permak pakaian.

“Sangat terbantu, alhamdulillah sangat. Selama ini dari pemerintah belum pernah dapat bantuan sama sekali. Jadi ini benar-benar membantu usaha kami,” kata dia.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.