Jumat, 19 Jun 2026 21:11 WIB

Warga di Banyuwangi Protes Rencana Kenaikan Tarif Air yang Dikelola HIPPAM

Warga protes terhadap kenaikan tarif air
Warga protes terhadap kenaikan tarif air

jatimnow.com - Puluhan warga Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi melakukan protes terhadap kenaikan tarif air dari sumur yang dikelola oleh Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM) Tirto Suci. Tarif air yang semula Rp 2 ribu menjadi Rp 3 ribu per meter kubik.

Diketahui, Tirto Suci mempunyai 5 tandon air dari 3 sumur yang disalurkan ke 1400 titik. Dari 1.400, untuk 110 titik tidak ditarik biaya pendaftaran karena terdiri dari warga yang tidak mampu dan tempat ibadah.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Sedangkan bagi penyalur awal mendaftar, dikenakan biaya Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu dan biaya beban per bulan Rp 3 ribu serta biaya per meter kubik Rp 2 ribu.

Salah satu perwakilan warga, Anggi Yolanda meminta selain rencana kenaikan biaya air ditiadakan juga menuntut trasparansi dalam pengelolaan uang sejak 10 tahun terakhir.

"Kami menolak kenaikan iuran, kami juga meminta pertanggungjawaban laporan secara akuntabel selama 1 dekade terakhir," katanya, Sabtu (29/5/2021).

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Kami anggap pengurus Tirta Suci ini gagal. Saya meminta restrukturisasi pengurus dengan orang-orang baru lewat rakyat yang diambil dari 3 dusun," ujar dia.

Mereka juga mengeluhkan jika pengadaan air bersih bukan milik pribadi atau kelompok melainkan bantuan dari pemerintah.

“Ini kan bantuan pemerintah, kenapa memberatkan masyarakat. Saya pasang awal bayar Rp 600 ribu, beban per bulan Rp 3 ribu dan dikenakan biaya Rp 2 ribu per meter kubik. Ini akan dinaikkan lagi oleh pengurusnya," keluhnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Perwakilan pengelola Tirta Suci, Parnoto menjelaskan saat dalam musyawarah dari mulai awal dilaksanakan penarikan telah disampaikan ke warga.

"Kenapa kita naikkan, karena dalam kurun waktu yang lama ini kami masih mengalami defisit disebabkan banyaknya perawatan sejak 2 tahun terakhir. Biaya itu penggantian pipa dan pengeboran lagi sebab sumur jebol. Sehingga dana yang kita kumpulkan selama ini untuk mencukupi biaya operasional kurang. Mangkannya rencana kita naikkan seribu per meter kubik," kata dia.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.