Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com
Loading
jatimnow.com - Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) yang berdiri sejak tahun 2010 disebut telah banyak membantu perekonomian masyarakat di Jawa Timur.
Itu disampaikan oleh Direktur Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas), Hartono Wignjopranoto. Menurutnya, kesejahteraan petani dan pedagang banyak yang mengalami peningkatan karena berdirinya pasar induk yang terletak di Benowo, Surabaya itu.
Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan
Selain itu, PIOS juga menjadi bagian penting bagi ketahanan pangan nasional karena menjadi mediator antara petani, pedagang dan masyarakat atau konsumen.
"Kurang lebih 300 ton komoditi yang masuk setiap hari ke PIOS mayoritas dipasok petani dari berbagai daerah di Jawa Timur dan provinsi lain. Hal itu dikarenakan komitmen besar yang dimiliki PIOS untuk meningkatkan taraf hidup petani dan pedagang," kata Hartono, Minggu (23/5/2021).
Menurutnya, managemen melihat kehadiran PIOS yang merupakan pasar grosir terbesar di Surabaya telah banyak membantu masyarakat, terutama petani dan pedagang.
Bagi masyarakat, PIOS menjadi penyedia berbagai macam komoditi yang dibutuhkan masyarakat sekaligus menjadi pengontrol harga agar tidak terjadi inflasi.
Sedang bagi petani, PIOS telah menjadi tempat penampung yang ideal berbagai macam hasil panen petani dari berbagai daerah di Jawa Timur dan provinsi lain. Untuk pedagang, PIOS adalah pasar grosir yang sangat memahami kondisi mereka.
Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya
"Kalau di PIOS bayar sewa lapaknya sesuai dengan kuota barang yang didatangkan pedagang. Tujuannya agar pedagang kecil bisa berjualan sesuai kemampuannya. Berbeda dengan pasar lain yang umumnya menyewakan ruangan lapak dimana pedagang kecil dan besar bayarnya sama," jelas Hartono.
Dengan konsep yang diterapkan itu, Hartono mengakui jika Paskomnas selaku pengelola mendapat keuntungan yang tidak banyak. Padahal ia menyebut nilai investasi membangun PIOS menyedot dana yang cukup besar.
"Membangun PIOS ini dananya besar sekali sedangkan keuntungan yang masuk ke managemen tidak banyak. Tapi tidak apa-apa, sebab tujuan utama kami adalah untuk mendukung berkembangnya petani dan pedagang kecil agar bisa menjadi besar," pungkas Hartono.
Baca Juga: DPRD Surabaya: Wilayah Perbatasan Kita Pastikan Tidak Tertinggal
Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com
Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.
Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).
Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.
Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.
Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.
The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.