Jumat, 19 Jun 2026 01:01 WIB

Seorang Nenek di Pasuruan Meninggal saat Menunggu Acara Pembagian BLT DD

  • Penulis : Moch Rois
  • | Jumat, 26 Mar 2021 23:50 WIB
Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Seorang nenek meninggal saat menunggu acara pembagian bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) di Desa Manarui, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan dimulai, Jumat (26/3/2021) pagi.

Nenek itu diketahui bernama Sriadah (62), warga Dusun/Desa Manarui, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Iya benar, peristiwa itu terjadi sekitar jam 9 lebih pagi tadi. Mininggalnya bukan karena antre BLT DD. Sebab saat itu acara belum dimulai. Beliau meninggal saat menunggu pelaksanaan acara," jelas Kepala Desa Manarui, Suseno.

Suseno menambahkan, berdasarkan keterangan dari keluarga, nenek Sriadah sudah dilarang anak-anaknya untuk berangkat ke balai desa, tapi dia tetap ngotot datang.

Di hadapan anak-anaknya, Sriadah beralasan sudah terlanjur memesan bentor. Selain itu dia ingin menghadiri acara BLT tersebut sekalian jalan-jalan. Sebab selama ini ia sakit stroke dan kemudian mulai pulih dari penyakitnya beberapa waktu belakangan ini.

"Namanya anak-anaknya dibilangi seperti itu ya hanya bisa nurut. Akhirnya nenek Sriada berangkat, dengan pengawalan anaknya bernama Puji," lanjutnya.

Baca Juga: Polisi Masih Lakukan Penyelidikan Kasus Kematian Nenek di Tulungagung

Setelah sampai di balai desa sebelum acara dimulai, Sriadah menunggu sambil berteduh di bawah pohon mangga bersama Puji. Selang beberapa menit, Puji melobi panitia agar ibunya yang sudah sepuh didahulukan. Permintaan itu langsung disetujui panitia.

Ketika Puji menuntun Sriada berjalan ke pendopo balai desa, Sriadah mengaku tidak kuat dan pusing. Sehingga warga yang lain mendudukan ke kursi dan mengangkatnya ke pendopo.

"Sampai di pendopo, nenek Sriadah langsung lemas, sehingga diselonjorkan di atas kursi. Kami pun langsung memanggil perawat medis. Namun ketika sampai dan dicek, nenek Sriadah sudah meninggal," ungkapnya.

Baca Juga: Kasus Kematian Nenek di Tulungagung, Polisi Temukan Lima Luka Sayat Pada Leher

Setelah seluruh anak Sriadah berkumpul di balai desa, mereka pun menerima dengan ikhlas kematian orangtuanya dan meminta langsung dimakamkan.

"Anak-anak nenek Sriada meminta uang BLT DD untuk ibunya disumbangkan ke masjid, sebagai amal dari nenek Sriadah," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.