Jumat, 19 Jun 2026 05:24 WIB

Polisi Masih Lakukan Penyelidikan Kasus Kematian Nenek di Tulungagung

  • Penulis : Bramanta
  • | Senin, 04 Mei 2026 10:05 WIB
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Satreskrim Polres Tulungagung masih melakukan penyelidikan dalam kasus kematian nenek berinisial S (64), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu. Mereka menemukan kejanggalan pada jenazah korban. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dalam kasus ini. Meski begitu polisi masih belum bisa memastikan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau lainnya.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Pihaknya telah melakukan gelar perkara sebanyak tiga kali. Namun hingga kini, belum ada kesimpulan final terkait kasus tersebut.

Baca Juga: Sasar Lansia, Residivis Jambret Asal Malang ditangkap Polisi Tulungagung

“Kami sudah tiga kali menggelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini pembunuhan atau bunuh diri. Kami mohon waktu,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Dalam proses penyelidikan, polisi juga menemukan sejumlah fakta baru serta beberapa kejanggalan di lokasi kejadian. Meski demikian, belum ada saksi mata yang benar-benar melihat peristiwa tersebut secara langsung.

Baca Juga: Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

“Kami sudah melakukan olah TKP. Tapi kami belum mendapat saksi mata yang melihat peristiwa itu,” jelasnya.

Polisi telah memeriksa sekitar lima hingga enam orang saksi, yang terdiri dari anak, menantu, tetangga, hingga teman korban. Selain itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi juga telah diperiksa untuk mencari petunjuk tambahan. Terkait kemungkinan motif, polisi belum menemukan indikasi kuat adanya unsur perampokan atau perebutan harta benda.

Baca Juga: Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

“Kalau konflik hanya sebatas hubungan keluarga saja. Tapi untuk motif harta kami tidak temukan. Dan barang-barang berharga tidak ada yang hilang,” pungkasnya.

Sebelumnya seorang nenek berinisial S (64) ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah di dapur, Rabu (15/4/2026). Dari hasil autopsi ditemukan luma luka sayat di bagian leher. Luka tersebut menyebabkan terputusnya urat nadi di leher sebelah kiri yang diduga menjadi penyebab utama kematian.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.