Jumat, 19 Jun 2026 13:33 WIB

Pandemi Covid-19

Pedagang PIOS Tetap Jaga Etika Bisnis dengan Petani dan Pelanggan

jatimnow.com - Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir 8 bulan terakhir sempat mengganggu segala sektor perekonomian masyarakat. Tak terkecuali para pedagang di Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS).

Meski begitu, hal tersebut tidak membuat surut semangat para pedagang PIOS untuk tetap bertahan dan setia melayani para pelanggan yang selama ini telah memberikan kepercayaan kepada mereka.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Kalau soal terimbas karena pandemi itu dimana-mana. Bukan kita saja, tapi di pasar lain juga sama, termasuk pasar induk di Jakarta," kata salah satu pedagang bawang putih PIOS, Soni, Kamis (17/12/2020).

Hal senada juga diungkapkan oleh Ruli. Pedagang kentang di PIOS yang lapaknya terletak di Blok G itu mengatakan jika Pandemi Covid-19 telah membuat penghasilannya mengalami penurunan. Meski begitu demi pelanggan dirinya tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik.

"Bagi saya berdagang itu tidak hanya sekedar untung rugi. Akan tetapi bisa melayani pelanggan dengan baik adalah sebuah kepuasan tersendiri," kata Ruli.

Selain prinsip tersebut, Ruli juga ingin menjaga komitmen kerjasamanya dengan para petani kentang di kawasan Tengger yang selama ini telah menjadi rekan bisnisnya.

"Ya selama ini meski tidak secara tertulis, tapi umumnya pedagang sudah ada ikatan atau lebih tepatnya saling berkomitmen untuk kerjasama bisnis dengan petani. Jadi pasar ramai atau sepi pedagang harus siap menampung kiriman dari petani," terang dia.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Pedagang asal Suramadu tersebut menambahkan jika dirinya ingin menjaga etika bisnis dengan petani.

"Bagi saya petani adalah rekan kerja. Saya tidak mau saat pasar ramai kita minta minta ke petani, tapi saat pasar sepi kita menolak kiriman petani. Itu gak fair namanya. Saya tetap berusaha menerima pengiriman dari petani karena mereka sudah panen," ujar Ruli.

Ia melanjutkan jika untuk menyiasati agar dagangannya tetap terjual adalah mengembangkan jaringannya kepada pedagang dari pasar-pasar daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan dan Bangkalan.

"Memang sejak pandemi, pembeli kelas partai berkurang. Tapi dengan bertambahnya pelanggan baru meski tidak membeli secara partai namun setidaknya dengan bertambahnya pelanggan baru akan membuat stok kita terjual dengan lancar," tandas Ruli.

Baca Juga: DPRD Surabaya: Wilayah Perbatasan Kita Pastikan Tidak Tertinggal

 

Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com

 

 
Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.