Jumat, 19 Jun 2026 11:42 WIB

Menkop UKM Juga Dorong Petani Hutan di Banyuwangi Bentuk Koperasi

  • Penulis :
  • | Jumat, 02 Okt 2020 21:14 WIB
Menkop UKM Teten Masduki borong petani Program Kehutanan Sosial di Banyuwangi bentuk koperasi
Menkop UKM Teten Masduki borong petani Program Kehutanan Sosial di Banyuwangi bentuk koperasi

jatimnow.com - Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Banyuwangi, Menteri Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) RI, Teten Masduki juga berdialog dengan para petani Program Kehutanan Sosial.

Teten mendorong agar petani Program Kehutanan Sosial di Banyuwangi mulai bertani dengan skala ekonomis untuk meningkatkan kesejahteraannya. Untuk itu petani didorong agar mulai berkoperasi sehingga mampu meningkatkan hasil pertanian hingga pemasaran komoditasnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Kami mendorong petani tidak bertani sendiri dalam sekala kecil, tapi harus dalam skala ekonomis sehingga mampu menghasilkan produk yang ekonomis juga," ujar Teten dalam acara Gesah Bareng Bersama Petani Dalam Program Kehutanan Sosial di Aula Universitas 17 Agustus Banyuwangi, Jumat (2/10/2020).

Kehutanan Sosial merupakan program prioritas nasional dengan skema Izin Pemanfaatan Perhutanan Sosial (IPHPS) dan Pengakuan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (KULIN KK).

Program ini memberi izin atau hak kelola kelompok masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan, yang berada di bawah pengawasan Perhutani selama 35 tahun hingga seluas maksimal dua hektare per kepala keluarga (KK).

"Jadi sekarang, petani jangan lagi berpikir bagaimana mendapatkan lahan, tapi bagaimana mengupayakan itu menjadi kekuatan ekonomi," ujar Teten.

Salah satu cara yang disarankan Teten adalah melalui pembentukan koperasi. Sebagaimana yang dilakukan para petani di sejumlah negara lain untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Dengan koperasi, petani akan bekerjasama menghasilkan komoditi pertanian yang bisa memenuhi pasar. Selain itu dengan koperasi juga, petani akan lebih mudah mengakses permodalan dari perbankan.

"Tentu dengan koperasi yang modern yang betul-betul bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Bukan koperasi yang hanya mengurusi simpan pinjamnya, namun juga produksi, pengolahan hingga pasarnya," terangnya.

Baca Juga: Ratusan Desa dan Kelurahan di Tulungagung Kesulitan Bangun KDKMP, Ini Sebabnya

Untuk Banyuwangi, lanjut Teten, bisa dimulai dengan mengidentifikasi jenis komoditas yang cocok dengan iklim. Penentuan komoditas ini penting lantaran akan berpengaruh pada bentuk koperasi yang akan didirikan kelak.

"Yang penting temukan dulu komoditinya, mau pohon sengon atau buah tropik. Lalu dibuat model bisnisnya menyesuaikan komoditasnya," jelas Teten.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sangat mendukung rencana tersebut. Dia merespon hal ini dengan memberikan kemudahan akses perizinan untuk Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Bulan ini juga kita akan lakukan jemput bola perizinan untuk UMKM dan koperasi. Saat ini sedang kita siapkan instrumennya," ungkap Bupati Anas.

Menurut Bupati Anas, layanan ini diharapkan bisa memudahkan petani dan warga di sekitar hutan untuk mengurus perizinannya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Akan ada petugas yang keliling secara terjadwal. Kami sudah meminta dinas terkait untuk menginformasikan ini secara luas. Misalnya Senin giliran Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sempu, petugas akan jemput bola ke sana supaya mereka enggak bolak-balik ke Banyuwangi," tambahnya.

"Kita juga akan programkan di perizinan untuk UMKM agar segera berbadan hukum sehingga mudah akses permodalannya. InsyaAllah, bulan ini juga kami akan buka," pungkasnya.

 

Reporter:  Rony Subhan

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.