Rabu, 29 Jul 2026 01:27 WIB

Ratusan Desa dan Kelurahan di Tulungagung Kesulitan Bangun KDKMP, Ini Sebabnya

  • Penulis : Bramanta
  • | Kamis, 28 Mei 2026 11:05 WIB
Pembagian kendaraan operasional untuk KDKMP di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Pembagian kendaraan operasional untuk KDKMP di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan desa dan kelurahan di Tulungagung masih belum bisa melakukan pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Keterbatasan lahan aset untuk dijadikan lokasi pembangunan menjadi penyebabnya.

Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, mengatakan dari 257 desa dan 14 kelurahan baru 140 yang mulai melakukan pembangunan KDKMP tahap pertama. Dari jumlah itu baru 37 desa yang telah merampungkan proses pembangunan.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

"Ada beberapa kendala, salah satunya desa itu tidak punya lahan atau memiliki lahan namun ukurannya kurang, jadi untuk saat ini yang di tahap satu ini yang dibangun adalah 140," ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Tidak hanya pemerintah desa saja yang mengalami kesulitan lahan. Sebanyak 14 kelurahan juga mengalami kondisi yang sama. Mayoritas kelurahan tidak memiliki lahan yang memadai untuk dijadikan KDKMP.

Pihak Kodim Tulungagung bersama pemerintah daerah dan pemerintah desa berusaha mencari jalan keluar untuk proses penyediaan lahan. Untuk wilayah pegunungan beberapa lokasi yang diincar adalah kawasan di bawah pengelolaan Perhutani.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Untuk Perhutani masih dalam proses perizinan," jelasnnya.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menerangkan mayoritas kelurahan tidak memiliki lahan yang memadai. Meskipun lahan tersedia namun luasnya tidak sesuai yang disyaratkan.

"Ada juga beberapa kelurahan yang memiliki aset, tapi lokasinya berada di luar kelurahan. Contohnya Kelurahan Tanaman tapi asetnya di wilayah Kecamatan Boyolangu," kaga Ahmad Baharudin.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Selain itu terdapat 41 lokasi yang akan digunakan pembangunan koperasi masih berstatus Lahan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Persoalan ini masih dalam tahap pembahasan dan rencananya diusulkan untuk proses penyesuaian status lahan.

"Ini masih kami kami proses belum bisa kami bantun. Jumlahnya untuk LSD kurang lebih 41 titik," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.