Jumat, 19 Jun 2026 11:45 WIB

Pilkada Banyuwangi 2020

Hadiah Batik Kuno Banyuwangi dari Sang Maestro untuk Ipuk Fiestiandani

Calon Bupati Ipuk Fiestiandani mendapat hadiah batik kuno dari Kulsum, maestro batik Banyuwangi
Calon Bupati Ipuk Fiestiandani mendapat hadiah batik kuno dari Kulsum, maestro batik Banyuwangi

jatimnow.com - Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mendapat hadiah spesial dari maestro batik Banyuwangi, Kulsum, di Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2020).

Kulsum memberikan batik kuno khas Banyuwangi berusia puluhan tahun miliknya kepada Ipuk. Batik tersebut merupakan peninggalan Ibunda Kulsum saat dia masih anak-anak.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Sebagai kenang-kenangan, Kulsum membubuhkan tanda tangannya pada batik kuno bermotif gedegan itu.

"Batik ini khusus untuk ibu," ucap Kulsum dengan bahasa khas Banyuwangi.

Kulsum merupakan maestro batik tulis tradisional Banyuwangi. Di rumahnya di Jalan Bogowonto, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, Kulsum telah membatik sejak masa penjajahan Jepang.

Sejak sebelum kemerdekaan, Temenggungan merupakan kampung pertama di Banyuwangi yang menjadi sentra pembuatan batik tulis khas Banyuwangi.

Bisa disebut Temenggungan merupakan kampung penghasil perajin batik di Banyuwangi. Temenggungan disebut sebagai kampung batik, ketika desa lainnya belum memiliki perajin batik.

Mulai dari buyut, nenek hingga orangtua Kulsum merupakan perajin batik. Kini hanya tinggal Kulsum satu-satunya yang masih mempertankan pembuatan batik tulis secara tradisional di Temenggungan, karena banyak rekan seangkatannya meninggal dunia.

"Turun temurun keluarga saya pembatik. Temenggungan sini dulu banyak sekali perajin batik, tapi mungkin tinggal saya yang masih menggunakan cara kuno seperti ini," jelasnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Perempuan berusia 80 tahun itu, membuat batik seorang diri. Mulai dari proses menggambar, mencanting hingga pewarnaan dia lakukan seorang diri.
Untuk proses mencanting dia menggunakan kayu bakar bukan kompor, karena hasilnya berbeda.

Dalam satu bulan perempuan yang mulai membatik sejak masih kelas V SD itu, bisa membuat sekitar 20 batik tulis dengan berbagai motif asli Banyuwangi seperti Gajah Uling, Paras Gempal, Sekar Jagad, Kangkung Setingkes, Jajang Sebarong, Sembruk Cacing, Dilem Sempleh dan Mot Pitik.

Sementara Ipuk mengaku sangat bersyukur bisa mendapat hadiah batik dari perajin batik senior di Banyuwangi, maestro batik dengan karya yang mempesona.

"Saya tidak menyangka diberi hadiah ini. Apalagi beliau juga berkenan membubuhkan tanda tangannya. Ini akan menjadi pengingat buat saya untuk terus memberdayakan para perajin batik," ujarnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Bertemu Kulsum, Ipuk ngobrol santai tentang suka-duka dan kecintaannya kepada batik.

Ipuk menambahkan, batik bukan hanya soal pakaian, bukan hanya soal aktivitas ekonomi. Tapi juga mewakili etos, ketekunan dan daya kreasi para desainer sampai pembatik di kampung-kampung.

"Syukur alhamdulillah, dunia batik di Banyuwangi juga terus berkembang seiring kemajuan daerah. Perajin batik bermunculan dengan karya-karya yang hebat. Anak-anak muda Banyuwangi pun semakin semangat belajar batik. InsyaAllah bersama-sama ke depan UMKM batik akan semakin maju dengan pendampingan hingga fasilitasi pemasaran," papar Ipuk.

"Ayo terus mencintai batik Banyuwangi, memakai batik Banyuwangi, memberdayakan para perajin batik lokal," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.