Sabtu, 13 Jun 2026 02:57 WIB

Jenazah Pasien Diabetes Dimakamkan Protokol Covid-19, Ini Kata RS

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 04 Agu 2020 19:14 WIB
Proses pemakaman dengan protokol Covid-19 yang diposting keluarga pasien
Proses pemakaman dengan protokol Covid-19 yang diposting keluarga pasien

jatimnow.com - Pengakuan keluarga seorang pasien yang meninggal dunia atas penyakit diabetes viral di media sosial. Firanika Pratiwi melalui akun Facebooknya, Tea Ranich mengaku rumah sakit (RS) memaksa pemakaman ibunya harus memakai protokol Covid-19.

Meski Tea tidak menyebut detail rumah sakit itu, tetapi Manajemen RSUD R Soedarsono Kota Pasuruan memberikan penjelasannya.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Plt Direktur RSUD R Soedarsono Kota Pasuruan, Tina Soelistiani membantah jika dokter dan tenaga kesehatan melakukan pemaksaan pemakaman jenazah pasien itu dengan menggunakan protokol Covid-19.

"Itu tidak benar, saya yakin seyakin-yakinnya. Saya juga dokter, saya juga pernah di IGD. Saya tidak melakukan seperti itu. Dan dokter-dokter kami tidak ada istilahnya memaksa harus begini-begini. Kita memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya," jelas Tina.

Baca juga:  Viral Jenazah Pasien Diabetes Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Tina menyebut bahwa postingan viral yang dibuat oleh akun facebook Tea Ranich, warga Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan itu diarahkan ke rumah sakit yang dipimpinnya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

"Pasien tersebut (ibu dari Firanika yang meninggal) secara klinis memang nonreaktif. Tapi pemeriksaan rapid test ini bukan acuan utama untuk menentukan diagnosa Covid atau bukan," tuturnya.

Setelah di-rapid test, ibu dari Firanika dalam perawatan tersebut dilakukan foto torax dan uji laboratorium serta pengecekan kadar gula darah akibat penyakit diabetesnya.

"Hasil diagnosa, pasien ini penurunan kesadaran. Karena datang ke IGD dalam kondisi tidak sadar. Kemudian ada gagal nafas berat, karena dari hasil foto menunjukkan adanya penemonia berat. Probable Covid dan diabetes militus," terang Tina.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Tina menegaskan, karena meninggalnya pasien itu dalam kondisi probable Covid-19, maka sesuai keputusan menteri kesehatan No HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19, maka pemulasaran jenazah dilakukan tata laksana Covid-19.

"Dokter jaga sudah menjelaskan dari awal kepada keluarga tentang kondisi pasien saat itu," tukasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.